PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyiapkan 1.000 unit pompa air untuk membantu petani tebu mitra mengoptimalkan pengairan lahan. Bantuan itu akan disalurkan secara bertahap di sejumlah wilayah operasional perusahaan, termasuk kepada petani mitra Pabrik Gula (PG) Rendeng di Jepara, Jawa Tengah.
Program tersebut ditujukan untuk membantu petani menghadapi keterbatasan sumber air yang dapat mengganggu kebutuhan pengairan tanaman. SGN berharap ketersediaan pompa membuat pengelolaan air di lahan lebih optimal, sehingga pertumbuhan tebu terjaga dan produktivitas kebun dapat meningkat.
Direktur Utama SGN Mahmudi mengatakan dukungan kepada petani perlu diberikan sepanjang proses budidaya, tidak hanya ketika hasil panen diserap perusahaan. Menurut dia, petani merupakan mitra penting bagi keberlangsungan industri gula nasional.
“Petani memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan industri gula. Karena itu, kemitraan dengan petani tidak hanya sebatas penyerapan hasil panen, tetapi juga melalui dukungan terhadap kebutuhan budidaya di lapangan,” ujar Mahmudi, Senin (19/10).
Bantuan pompa air untuk menjaga pengairan kebun tebu
Penyaluran di Jepara menjadi salah satu bagian dari rencana SGN memperluas dukungan kepada petani di wilayah operasionalnya. Perusahaan menyiapkan bantuan dalam jumlah 1.000 unit, sedangkan distribusinya dilakukan bertahap. Dengan skema tersebut, petani mitra di sejumlah daerah diharapkan memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan air selama merawat tanaman.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tebu. Ketika sumber air terbatas, pengairan lahan dapat menjadi tantangan bagi petani. Pompa diharapkan membantu mereka mengelola kebutuhan tersebut, meski dukungan alat bukan satu-satunya penentu hasil budidaya.
SGN mengaitkan bantuan di tingkat kebun dengan upaya menjaga pasokan bahan baku bagi pabrik gula. Penguatan sektor hulu, menurut Mahmudi, menjadi salah satu kunci keberlanjutan pasokan. Produktivitas tanaman petani turut menentukan ketersediaan tebu yang dapat menunjang kegiatan produksi gula.
Karena itu, dukungan budidaya ditempatkan sebagai bagian dari kemitraan perusahaan dengan petani. Tidak hanya menyerap hasil panen, perusahaan juga berupaya membantu kebutuhan yang muncul selama tanaman dirawat. Bantuan pompa diharapkan memberi petani dukungan tambahan untuk menjaga pengairan hingga masa panen.
Pemerintah berharap sinergi petani dan perusahaan menguat
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto. Ia menilai bantuan pompa dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan sekaligus menjaga produktivitas perkebunan tebu.
Heru, yang mengaku sebagai putra asli Jepara, menyambut dukungan bagi petani di daerah tersebut. Ia berharap kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan petani terus diperkuat agar perkebunan tebu semakin maju dan dapat berkontribusi terhadap upaya mewujudkan swasembada gula nasional.
“Bantuan pompa air seperti ini penting untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan dan menjaga produktivitas tanaman,” kata Heru.
Harapan itu sejalan dengan tujuan SGN memperkuat kemitraan di tingkat budidaya. Jika pengairan dan produktivitas kebun dapat dijaga, pasokan tebu bagi pabrik diharapkan ikut terbantu. Namun, perusahaan menyatakan penyaluran pompa masih dilakukan bertahap, sehingga jangkauan program akan mengikuti pelaksanaan di wilayah operasionalnya.
Bagi petani mitra PG Rendeng di Jepara, bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan langsung terhadap kebutuhan di lahan. Ke depan, kesinambungan kerja sama antara petani, perusahaan, dan pemerintah akan menjadi bagian penting dalam menjaga produksi tebu serta mendorong tercapainya swasembada gula nasional.
