RICOH GR IV 30th Anniversary Edition Kit resmi diperkenalkan di Indonesia pada Sabtu (24/10/2026). Kamera edisi khusus untuk merayakan tiga dekade seri GR itu diproduksi sebanyak 6.000 unit di seluruh dunia, dengan jatah hanya 50 unit untuk pasar Indonesia. Harganya berada di kisaran Rp33 juta.
Peluncuran berlangsung dalam acara bertajuk “The Unseen Frames in Your Pocket” yang digelar PT Aneka Warna Solusi Media, distributor resmi RICOH GR di Indonesia. Acara tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi pengguna dan komunitas fotografi.
Kelangkaan edisi ini menjadi salah satu daya tarik utamanya. Namun, RICOH juga memberi perhatian pada sejarah desain seri GR, dengan sejumlah detail yang merujuk pada kamera film GR1 generasi pertama.
Merayakan perjalanan 30 tahun seri RICOH GR
Seri GR pertama kali diperkenalkan pada Oktober 1996 melalui kamera film GR1. Selama tiga dekade, lini ini mempertahankan tiga karakter yang menjadi identitasnya: kualitas gambar, respons cepat, dan desain ringkas untuk mendukung mobilitas fotografer.
Sales Manager PT Aneka Warna Solusi Media, Henry Untung, mengatakan nilai-nilai tersebut tetap dijaga pada seri GR hingga kini. “Selama 30 tahun, seri RICOH GR terus mempertahankan nilai utama yang menjadi identitasnya, yaitu kualitas gambar tinggi, respons cepat, dan portabilitas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
GR IV 30th Anniversary Edition dikembangkan dari GR IV yang diluncurkan pada September 2025. Dengan demikian, edisi perayaan ini menggunakan basis kamera tersebut, tetapi mendapat sentuhan visual khusus yang menghubungkannya dengan sejarah GR1.
Detail desain terinspirasi kamera GR1
Perbedaan edisi ulang tahun tampak pada aksen warna khusus di tombol rana dan tombol belakang. RICOH juga menyematkan ring cap dengan sentuhan diamond-cut, terinspirasi dari area lensa GR1.
Detail ring dirancang untuk menangkap pantulan cahaya saat lensa berada dalam posisi tertutup. Saat kamera digunakan untuk memotret, desainnya dibuat untuk meminimalkan pantulan. Identitas edisi khusus juga terlihat melalui grafis yang muncul ketika kamera dimatikan.
Sentuhan tersebut membuat pembeda edisi 30 tahun tidak hanya terletak pada jumlah produksi yang terbatas. RICOH mengaitkan elemen desainnya dengan bentuk kamera GR generasi awal, sementara fondasi perangkat tetap mengacu pada GR IV.
Spesifikasi RICOH GR IV edisi khusus
Kamera ini memakai sensor CMOS berukuran 23,3 x 15,5 mm dengan resolusi efektif sekitar 25,74 megapiksel. Lensa 18,3 mm yang digunakan memiliki sudut pandang setara lensa 28 mm pada format 35 mm, dengan rentang apertur F2.8–F16.
Untuk membantu pemotretan dalam beragam kondisi, RICOH membekalinya dengan stabilisasi gambar berbasis pergeseran sensor lima sumbu. Rentang ISO kamera ini berada pada 100–204800, sementara sistem fokusnya menggunakan hybrid autofocus.
Kombinasi sensor, lensa, stabilisasi, dan autofocus tersebut mengikuti karakter seri GR yang mengutamakan kualitas gambar serta respons dalam bodi ringkas. Formulanya ditujukan bagi fotografer yang membutuhkan kamera praktis untuk merekam momen sehari-hari maupun kegiatan fotografi jalanan.
Hanya 50 unit untuk pasar Indonesia
Dengan alokasi 50 unit dari total produksi global 6.000 unit, edisi ini hadir dalam jumlah sangat terbatas di Indonesia. Harga yang tercantum berada di kisaran Rp33 juta, menempatkannya sebagai kamera khusus bagi peminat seri GR dan kolektor edisi perayaan.
RICOH GR IV 30th Anniversary Edition menggabungkan basis perangkat generasi terbaru dengan penanda visual yang merujuk pada awal perjalanan seri tersebut. Bagi calon pembeli, jumlah unit yang tersedia menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Sementara bagi komunitas fotografi, peluncuran ini menandai tiga dekade evolusi kamera GR yang tetap mengedepankan portabilitas dan respons cepat.
