Perhutani KPH Jatirogo bersama jajaran Perhutani di wilayah Kabupaten Bojonegoro memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mengelola kawasan hutan. Dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026), kedua pihak membahas agenda pengelolaan hutan, pembangunan, keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Koordinasi tersebut melibatkan jajaran administratur Perhutani yang berada di wilayah administratif Bojonegoro. Pertemuan diarahkan untuk menyelaraskan program pengelolaan kawasan hutan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat sekitar.
Sejumlah isu dibahas, termasuk Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), pemanfaatan kawasan untuk pembangunan bendungan, serta dukungan kawasan bagi Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Agenda lain mencakup Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut), pemberdayaan warga sekitar hutan, dan penguatan ketahanan pangan.
Agenda pengelolaan hutan dan pembangunan daerah
Ragam topik itu menunjukkan luasnya aspek yang perlu dikoordinasikan dalam pengelolaan kawasan hutan. Pembahasan tidak hanya menyangkut perlindungan hutan, tetapi juga pemanfaatan kawasan untuk sejumlah program pembangunan dan upaya memperkuat manfaat sosial-ekonomi bagi warga.
Dalam pertemuan tersebut, pemanfaatan kawasan untuk pembangunan bendungan menjadi salah satu pokok bahasan. Dukungan kawasan bagi Yon TP dan Kopdes juga masuk dalam agenda. Namun, keterangan Perhutani tidak merinci lokasi, tahapan, maupun keputusan khusus terkait masing-masing rencana tersebut.
Isu KHDPK turut dibicarakan bersama persoalan Gukamhut. Kedua hal itu berada dalam rangkaian agenda yang membutuhkan koordinasi para pihak, termasuk pemerintah daerah dan Perhutani. Pertemuan juga membahas pemberdayaan masyarakat sekitar hutan serta program ketahanan pangan, tanpa merinci bentuk kegiatan atau target pelaksanaannya.
Wakil Bupati Nurul Azizah menilai sinergi pemerintah daerah dan Perhutani penting agar pengelolaan kawasan bisa mendukung pembangunan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, hutan memiliki fungsi ekologis sekaligus nilai strategis bagi daerah.
“Hutan tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga nilai strategis bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, aparat, dan masyarakat agar setiap program berjalan terarah, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Nurul.
Perhutani tekankan kelestarian dan keamanan kawasan
Administratur KPH Jatirogo Andry Wahyu Tri Purnawan menyatakan Perhutani siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu, kata dia, diperlukan untuk menjaga kawasan hutan sekaligus meningkatkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Andry menegaskan bahwa pemanfaatan hutan perlu berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kelestarian. Keamanan kawasan, pemberdayaan warga, dan dukungan terhadap ketahanan pangan juga disebut sebagai bagian dari arah pengelolaan yang berkelanjutan.
“Perhutani siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan hutan harus tetap menjaga kelestarian kawasan, memperkuat keamanan hutan, mendukung pemberdayaan masyarakat, dan menunjang ketahanan pangan secara berkelanjutan,” tegas Andry.
Penekanan tersebut menempatkan koordinasi sebagai salah satu langkah untuk menyatukan persepsi di antara pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan begitu, agenda pembangunan yang berkaitan dengan kawasan hutan dapat dibicarakan bersama dengan kebutuhan perlindungan hutan dan masyarakat di sekitarnya.
Perhutani menyebut koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi program agar pengelolaan kawasan hutan selaras dengan pembangunan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterangan yang disampaikan belum merinci tindak lanjut maupun jadwal pelaksanaan dari setiap agenda. Karena itu, perkembangan koordinasi berikutnya akan menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana rencana-rencana tersebut diterjemahkan menjadi program yang tetap menjaga kelestarian hutan.
