Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengamati awan air di WISE 0855, objek langit berjarak sekitar 7,5 tahun cahaya dari Bumi. Pengamatan itu menunjukkan ketebalan awannya berubah ketika objek tersebut berotasi, memberi astronom kesempatan untuk meneliti dinamika atmosfer dunia jauh secara lebih langsung.
Temuan ini penting karena pengamatan sebelumnya lebih sulit memisahkan pengaruh awan, suhu, dan komposisi kimia. Dengan menganalisis spektrum cahaya inframerah, JWST membantu peneliti melihat perubahan atmosfer WISE 0855 secara lebih terperinci.
Meski memiliki awan air, WISE 0855 bukan planet yang bisa disamakan begitu saja dengan Bumi. Objek ini tergolong katai cokelat, berada di antara planet raksasa dan bintang, serta memiliki ukuran sebanding dengan Jupiter.
Pengamatan JWST menangkap perubahan awan
Tim astronom dari Steward Observatory, University of Arizona, mengamati WISE 0855 menggunakan JWST selama sekitar 11 jam. Mereka mengumpulkan spektrum cahaya setiap 15 menit untuk memantau perubahan pada atmosfer objek tersebut.
Data yang terkumpul memperlihatkan bahwa awan air di WISE 0855 menebal dan menipis seiring rotasinya. Dengan demikian, para peneliti tidak hanya mendeteksi keberadaan awan, tetapi juga dapat mengikuti variasinya dari waktu ke waktu.
Perbedaan itu menjadi langkah penting dalam mempelajari atmosfer objek di luar tata surya. Sebelumnya, teknik fotometri dinilai lebih sulit digunakan untuk memisahkan dampak awan dari perubahan suhu dan komposisi kimia. Kemampuan JWST menganalisis spektrum inframerah memberi gambaran yang lebih terurai tentang faktor-faktor tersebut.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Astronomical Journal. Pengamatan tersebut menunjukkan bagaimana instrumen teleskop yang lebih canggih dapat membantu astronom mengukur perubahan pada dunia yang sangat jauh, bukan sekadar memperkirakan sifat atmosfernya dari satu pengamatan.
WISE 0855, katai cokelat yang dingin
WISE 0855 pertama kali terdeteksi melalui data misi Wide-field Infrared Survey Explorer pada 2010. Objek itu kemudian diidentifikasi secara resmi pada 2014 oleh astronom Kevin Luhman.
Jaraknya dari Bumi sekitar 7,5 tahun cahaya, atau kurang lebih 44 triliun mil. Dalam skala astronomi, jarak tersebut tergolong relatif dekat. Sebagai pembanding, Alpha Centauri, sistem bintang terdekat dari Matahari, berjarak sekitar 4,25 tahun cahaya.
WISE 0855 dikenal sebagai salah satu katai cokelat terdingin yang pernah ditemukan. Katai cokelat memiliki massa yang tidak cukup untuk mempertahankan fusi hidrogen seperti yang terjadi pada bintang. Karena itu, objek ini berbeda dari bintang sekaligus tidak dapat diperlakukan sebagai planet biasa.
Ukurannya yang sebanding dengan Jupiter dan keberadaan awan air membuat WISE 0855 menarik untuk dipelajari. Namun, kemiripan pada satu unsur atmosfer tidak berarti kondisinya sama dengan Bumi. Temuan tentang awan hanya memberi petunjuk mengenai proses yang berlangsung di atmosfernya.
Awan air bukan tanda kehidupan
Keberadaan awan air tidak serta-merta menjadikan WISE 0855 layak huni. Penilaian kelayakhunian membutuhkan lebih banyak faktor, antara lain suhu, tekanan, komposisi atmosfer, serta kemungkinan adanya air cair dalam kondisi yang sesuai.
WISE 0855 dalam sejumlah karakteristik lebih menyerupai Jupiter daripada Bumi. Statusnya sebagai katai cokelat juga menjadi pembeda mendasar. Karena itu, pengamatan ini bukan bukti adanya kehidupan di sana, melainkan cara untuk memahami atmosfer dunia asing dengan lebih baik.
Perubahan awan yang terpantau memberi gambaran bahwa atmosfer di luar tata surya dapat bersifat dinamis dan kompleks. Pengamatan semacam ini memperluas kemampuan astronom untuk mempelajari cuaca di objek yang jauh, sekaligus menguji seberapa rinci perubahan atmosfer dapat diukur.
Dengan teleskop yang mampu membaca spektrum cahaya secara lebih detail, penelitian berikutnya berpeluang menambah pemahaman tentang kondisi dunia-dunia asing. Untuk saat ini, WISE 0855 mengingatkan bahwa keberadaan awan air saja belum cukup untuk menyimpulkan sebuah tempat menyerupai Bumi—tetapi sudah membuka jendela baru bagi studi atmosfer di luar tata surya.
