Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengarahkan penguatan imunisasi kejar bagi anak di bawah dua tahun serta penanganan tuberkulosis (TBC) dalam apel pagi di halaman kantor dinas, Rabu (30/9/2026). Arahan itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), dr. Qotrun Nada, MKM, selaku pembina apel.
Dalam kegiatan rutin tersebut, jajaran dinas kesehatan diminta menjaga pelaksanaan program prioritas di tengah masyarakat. Imunisasi kejar, skrining kanker serviks, dan pelacakan TBC menjadi sejumlah perhatian yang disampaikan dalam amanat apel.
Imunisasi kejar menyasar baduta yang belum lengkap
Menjelang Hari Kesehatan Nasional (HKN), Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau seluruh jajarannya memperkuat program imunisasi kejar. Sasaran program ini adalah anak usia di bawah dua tahun atau baduta yang belum melengkapi imunisasi dasarnya.
Penguatan program tidak hanya menyangkut upaya menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Petugas lapangan juga diminta memastikan setiap tindakan diberikan dengan mengikuti prosedur yang berlaku.
Qotrun menegaskan, Standar Operasional Prosedur (SOP) penyuntikan harus dijalankan secara disiplin. Sebelum imunisasi diberikan, petugas wajib memperoleh informed consent atau persetujuan tindakan medis dari orang tua maupun wali anak.
Penekanan pada persetujuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan layanan imunisasi yang disampaikan dalam apel. Dengan demikian, petugas diminta memperhatikan tahapan sebelum tindakan, sekaligus menjalankan penyuntikan sesuai SOP.
Skrining HPV DNA untuk pencegahan kanker serviks
Dalam amanat yang sama, Dinkes Kabupaten Tangerang turut menyoroti pencegahan kanker serviks atau Ca Cervix. Saat ini, pemeriksaan skrining HPV DNA sedang dilaksanakan sebagai salah satu upaya yang disebutkan dalam program pencegahan tersebut.
Skrining HPV DNA dapat dilakukan oleh tenaga medis. Pemeriksaan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan mengikuti petunjuk dari petugas puskesmas, menurut informasi yang disampaikan dalam apel.
Penyampaian mengenai pilihan pelaksanaan skrining itu menjadi bagian dari arahan kepada jajaran kesehatan. Petugas puskesmas berperan memberikan petunjuk bagi masyarakat yang menjalani pemeriksaan secara mandiri, sementara tenaga medis juga dapat melakukan skrining.
Pelacakan TBC berlangsung di 44 puskesmas
Perhatian lain dalam apel adalah penanggulangan TBC. Pelacakan kasus masih aktif dilakukan di 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang, dengan pemeriksaan menggunakan fasilitas X-Ray maupun pemeriksaan klinis standar.
Dinkes juga melakukan pemantauan dan monitoring secara berkala setiap hari. Langkah antisipasi serta penanganan cepat ditekankan menyusul peningkatan jumlah penderita TBC, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.
Pelacakan dan pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya yang sedang berjalan di tingkat puskesmas. Dalam arahannya, Qotrun menempatkan tindak lanjut terhadap kelompok kontak erat sebagai perhatian, di tengah peningkatan jumlah penderita yang dicatat dinas.
Namun, keterangan yang disampaikan dalam apel tidak merinci jumlah kasus maupun besaran peningkatan tersebut. Fokus arahan yang dipaparkan adalah keberlanjutan pelacakan, pemantauan harian, dan kesiapan melakukan penanganan secara cepat.
Jajaran kesehatan diminta solid dan responsif
Apel pagi rutin itu diharapkan memperkuat koordinasi ASN dan tenaga kesehatan di lingkungan Dinkes Kabupaten Tangerang. Mereka diharapkan semakin solid dan responsif dalam menjalankan program pelayanan kesehatan.
Rangkaian arahan tersebut mencakup layanan bagi anak yang belum melengkapi imunisasi dasar, pemeriksaan skrining HPV DNA, serta pelacakan dan pemantauan TBC. Masing-masing program menuntut pelaksanaan yang mengikuti prosedur dan arahan teknis yang telah disampaikan kepada petugas.
Ke depan, kesinambungan pelaksanaan program di puskesmas dan kedisiplinan petugas lapangan menjadi bagian penting dari tindak lanjut arahan tersebut. Dinkes Kabupaten Tangerang berharap upaya pelayanan kesehatan yang berjalan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.
