Rasa kantuk yang kerap muncul pada siang hari meski seseorang sudah tidur cukup bisa menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan vitamin D. Kondisi ini patut diperhatikan, terutama jika disertai rasa lelah dan tubuh terasa kurang bertenaga. Namun, kantuk berlebihan tidak selalu disebabkan oleh defisiensi vitamin D.
Vitamin D selama ini dikenal penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Perannya ternyata juga berkaitan dengan siklus tidur dan fungsi otak agar tetap waspada. Karena itu, perubahan kadar vitamin D berpotensi memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari.
Informasi yang dihimpun RRI menyebutkan, vitamin D berperan pada area otak yang mengatur siklus tidur dan terjaga. Reseptor vitamin D ditemukan di bagian otak yang mengendalikan ritme sirkadian, atau jam biologis tubuh. Ketika kadar vitamin D dalam darah menurun, fungsi reseptor tersebut dapat terganggu.
Hubungan vitamin D dengan rasa kantuk
Ritme sirkadian membantu tubuh mengatur waktu tidur dan terjaga. Dengan adanya peran vitamin D di area otak yang berkaitan dengan pengaturan tersebut, kekurangan vitamin ini dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika seseorang terus merasa mengantuk pada siang hari.
Meski demikian, rasa kantuk saja belum cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin D. Keluhan serupa bisa muncul karena kurang tidur atau aktivitas yang melelahkan. Ada pula kondisi medis lain yang dapat menyebabkan kantuk berlebihan, seperti sleep apnea, anemia, dan gangguan tiroid.
Karena penyebabnya beragam, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa keluhan tersebut pasti berkaitan dengan vitamin D. Perhatikan apakah kantuk terus berulang, tetap terasa meski waktu tidur malam cukup, atau disertai kondisi tubuh yang lelah dan kurang bertenaga. Informasi mengenai gejala dapat menjadi bahan untuk berkonsultasi, bukan pengganti pemeriksaan medis.
Cara membantu memenuhi kebutuhan vitamin D
Tubuh dapat memproduksi vitamin D secara alami saat kulit terpapar sinar matahari. Salah satu langkah sederhana yang disebutkan adalah meluangkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit di bawah sinar matahari pagi beberapa kali dalam seminggu.
Asupan dari makanan juga dapat membantu. Pilihan yang disebutkan antara lain ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, serta kuning telur dan jamur. Produk makanan atau minuman yang telah difortifikasi vitamin D juga bisa menjadi bagian dari pilihan asupan sehari-hari.
Langkah tersebut dapat menjadi upaya untuk memperhatikan kecukupan vitamin D, tetapi kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Jika pemeriksaan darah menunjukkan kadar vitamin D sangat rendah, dokter mungkin meresepkan suplemen dengan dosis yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Penggunaan suplemen sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan dugaan bahwa kantuk disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Pemeriksaan dan saran tenaga medis membantu memastikan apakah seseorang memang memerlukan suplemen, sekaligus menentukan dosis yang sesuai.
Kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga medis?
Jika rasa kantuk berlebihan terus berlanjut meski pola hidup telah diubah, konsultasi dengan tenaga medis profesional disarankan. Langkah ini penting agar penyebab keluhan dapat diketahui secara lebih akurat, termasuk kemungkinan adanya kondisi lain seperti sleep apnea, anemia, atau gangguan tiroid.
Jangan abaikan keluhan yang menetap, tetapi hindari pula mendiagnosis diri sendiri hanya dari satu gejala. Catatan sederhana mengenai pola tidur, rasa lelah, dan kapan kantuk muncul dapat membantu saat menjelaskan keluhan kepada tenaga medis.
Memenuhi asupan vitamin D melalui paparan matahari dan makanan merupakan langkah yang dapat dipertimbangkan. Namun, bila kantuk siang hari terus mengganggu, pemeriksaan tetap menjadi cara yang lebih tepat untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
