Raul Fernandez menyatakan siap mengikuti instruksi Aprilia apabila pabrikan itu suatu saat menerapkan team order dalam persaingan gelar MotoGP 2026. Namun, hingga kini belum ada pembicaraan untuk meminta pembalap Trackhouse tersebut membantu Jorge Martin, yang tengah bersaing dengan Marc Marquez.
Sikap Fernandez menjadi sorotan setelah ia tampil kuat di MotoGP Indonesia. Meski mengalami dua cedera patah tulang pada tangan kanan, pembalap asal Madrid itu memimpin balapan selama 18 lap dan finis kedua, tepat di belakang Marco Bezzecchi.
Hasil tersebut memperlihatkan kecepatan Fernandez di barisan depan. Pada saat yang sama, performanya memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan ia diminta mengutamakan kepentingan Aprilia dalam perebutan gelar, meski kesempatan itu masih berupa skenario, bukan keputusan tim.
Belum ada pembicaraan soal team order Aprilia
Davide Brivio, manajer tim Trackhouse, menegaskan bahwa permintaan agar Fernandez memberikan posisi kepada Martin belum pernah dibahas. Untuk saat ini, kata Brivio, perhatian tim tertuju pada sikap saling menghormati di lintasan.
Paco Sanchez, perwakilan Fernandez, juga menyebut belum ada pembicaraan mengenai perintah tim. Menurutnya, instruksi semacam itu perlu dibicarakan dan disepakati lebih dahulu, bukan muncul secara mendadak ketika balapan berlangsung.
Sanchez menjelaskan bahwa Fernandez memahami keputusan strategis bisa saja muncul saat kejuaraan memasuki fase penentuan. Jika instruksi itu benar-benar datang, pembalapnya siap menjalankannya tanpa masalah. Pernyataan tersebut tidak berarti Fernandez sudah diminta mengalah atau menyetujui perintah tertentu.
Potensi team order berkaitan dengan persaingan Martin melawan Marquez. Jika Fernandez menyerahkan posisinya kepada Martin, pembalap Aprilia itu berpeluang memperoleh tambahan empat poin dalam persaingan tersebut. Namun, sejauh ini belum ada instruksi resmi dari Aprilia kepada Fernandez.
Finis kedua di Indonesia meski cedera
Performa Fernandez di Indonesia terasa istimewa karena kondisi tangannya sempat membuat keikutsertaannya diragukan. Ia mengalami patah tulang pada jari telunjuk tangan kanan, bagian yang biasa digunakan untuk mengoperasikan rem. Untuk mengatasi cedera itu, ia menyesuaikan teknik pengereman dengan memakai jari tengah.
Masalahnya tak berhenti di sana. Fernandez juga merasakan sakit pada jari kelingking, dan pemeriksaan medis menemukan retakan halus pada tulang jari tersebut. Dengan kondisi itu, ia tetap mencoba kemampuannya dalam sesi pemanasan sebelum akhirnya turun dalam balapan.
Sanchez mengaku pihaknya tidak menyangka Fernandez bisa meraih hasil sebaik itu. Keraguan sempat muncul mengenai apakah ia mampu memulai balapan. Brivio pun mengatakan tim belum mengetahui pada pagi hari apakah pembalapnya sanggup bertahan hingga akhir.
Fernandez akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kedua setelah memimpin selama 18 lap. Brivio menilai hasil tersebut berarti besar bagi Trackhouse. Ia juga melihat peluang Fernandez untuk bersaing lebih keras meraih kemenangan apabila berada dalam kondisi fisik yang prima.
Penampilan itu sekaligus menegaskan kecepatan Fernandez di sirkuit Indonesia. Aprilia pun menempatkan empat motornya di barisan depan, sebuah hasil yang menambah perhatian terhadap kekuatan pabrikan tersebut dalam persaingan MotoGP.
Masa depan Fernandez ikut menjadi sorotan
Di luar strategi balap, Sanchez juga menyinggung lamanya Fernandez memperoleh kepastian mengenai tempatnya untuk musim berikutnya. Ia menilai performa pembalap itu semestinya menjadi alasan untuk memberi kepastian lebih cepat.
Sanchez menggambarkan Fernandez sebagai sosok yang baik dan mempertanyakan mengapa pembaruan kontraknya berlangsung begitu lama. Fernandez, menurut perwakilannya, menjadi salah satu pembalap terakhir yang memperoleh tempat untuk musim berikutnya.
Situasi itu menempatkan pencapaian di Indonesia dalam konteks yang lebih luas. Fernandez mampu menunjukkan daya saing meski dibatasi cedera, sementara masa depannya sempat belum mendapat kepastian. Sikapnya terhadap kemungkinan team order juga menunjukkan kesediaan mengikuti keputusan tim, tetapi bukan berarti ia telah mengesampingkan target pribadinya.
Untuk saat ini, belum ada permintaan agar Fernandez membantu Martin. Perkembangan persaingan gelar dan keputusan Aprilia pada balapan-balapan mendatang akan menentukan apakah skenario tersebut benar-benar dibicarakan atau tetap sebatas kemungkinan.
