Deswita Maharani membela Syifa Hadju setelah aktris itu menjadi sasaran komentar yang menyebutnya perlu fokus menjalani suntik kromosom. Deswita menilai perubahan penampilan Syifa bukan hal yang aneh, terlebih ia pernah menyaksikan langsung perjuangan sang aktris bekerja di bawah terik matahari saat syuting sinetron Mermaid in Love.
Nama Syifa ramai dibicarakan setelah ia membela Alyssa Daguise terkait wajah anak yang bocor dalam sebuah vlog. Di tengah perbincangan itu, sejumlah warganet melontarkan komentar bernada sinis tentang penampilan Syifa, termasuk menyarankannya melakukan suntik kromosom.
Deswita, yang oleh Syifa dan beberapa rekan seangkatannya dianggap seperti ibu selama proses syuting, tidak tinggal diam. Ia mengingatkan bahwa penampilan seseorang dapat berubah seiring waktu dan bahwa pengalaman kerja Syifa pada masa itu turut memengaruhi kondisi kulitnya.
Deswita ingat kondisi Syifa saat syuting Mermaid in Love
Deswita menceritakan bahwa Syifa dan para pemain lain menjalani proses syuting Mermaid in Love selama sekitar tiga tahun. Mereka kerap berada di dalam air dalam waktu lama, termasuk saat pengambilan gambar di rawa-rawa dan di kawasan Ancol. Situasi tersebut, kata Deswita, membuat mereka terpapar matahari dalam durasi panjang.
“Waktu syuting Mermaid kulitnya gosong, kalian bisa bayangin saja ya. Hei kalian manusia-manusia yang gak pernah kejemur. Bayangin ya, anak saya syuting dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Jadi mereka itu gak pernah bangun dari yang namanya air,” ujar Deswita saat menjadi bintang tamu program No Secret, Minggu (11/10/2026).
Ia juga menggambarkan lokasi syuting yang tidak selalu memberi kesempatan bagi para pemain untuk berteduh atau beristirahat. Pengambilan gambar dilakukan di area yang panas, termasuk di tengah Ancol dengan ombak yang cukup besar. Ketika syuting berlangsung siang hari, para pemain bisa berada di lokasi dari pukul 13.00 hingga 17.00.
“Ya, kan kalau di tengah air gak mungkin break,” kata Deswita.
Pengalaman itu menjadi alasan Deswita menilai perubahan warna kulit Syifa pada masa syuting merupakan hal yang masuk akal. Ia menegaskan bahwa para pemain harus menghadapi paparan matahari dan kondisi kerja tersebut selama bertahun-tahun, bukan hanya dalam satu atau dua hari.
Perubahan penampilan Syifa dinilai wajar
Deswita mengatakan Syifa sejak kecil sebenarnya sudah memiliki kulit yang bersih. Namun, menurutnya, wajar jika penampilan Syifa terlihat berbeda ketika ia telah tumbuh dewasa dan memiliki kesempatan untuk merawat diri. Ia juga menyinggung bahwa pekerjaan di dunia hiburan membuat penampilan menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
“Kenapa Syifa sekarang cantik? Hai manusia, manusia itu berkembang dan bertumbuh memperbaiki diri. Kalau dia sekarang cantik ya wajar karena dia, buat kita di entertain itu kan modal,” ujar Deswita. Ia kemudian menyindir warganet yang sibuk mengomentari penampilan orang lain agar lebih baik memeriksa diri sendiri.
Deswita mengaku kesal ketika Syifa dan rekan-rekannya mendapat komentar merendahkan. Ia menyebut mereka sebagai anak-anak yang pernah bekerja bersamanya, sehingga serangan terhadap mereka terasa dekat secara pribadi. Dalam tayangan itu, Deswita juga melontarkan komentar tajam kepada orang-orang yang menuliskan sindiran tersebut.
“Gue paling sebel kalau anak-anak gue digituin,” ucapnya. Deswita menambahkan bahwa Syifa kini telah dewasa dan dapat memperbaiki diri. Ia juga menyinggung bahwa Syifa memiliki banyak pekerjaan dan mendapat dukungan endorsement, tanpa menyebutkan prosedur kecantikan tertentu yang dijalani sang aktris.
Suntik kromosom menjadi bahan komentar warganet
Suntik kromosom yang disebut dalam komentar warganet merupakan prosedur kecantikan yang ditujukan untuk mencerahkan kulit. Prosedur tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam pemberitaan, melibatkan kombinasi zat seperti vitamin C dan sel induk yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
Namun, komentar yang mengaitkan penampilan Syifa dengan prosedur itu tidak menjadi bukti bahwa ia benar-benar menjalaninya. Inti pembelaan Deswita justru bertumpu pada pengalamannya melihat kondisi kerja Syifa ketika masih menjalani syuting dan pada pandangannya bahwa seseorang dapat berubah seiring pertumbuhan serta perawatan diri.
Pernyataan Deswita juga memperlihatkan bagaimana obrolan di media sosial dapat beralih dari perbedaan pendapat menjadi penilaian terhadap fisik seseorang. Di tengah sorotan warganet, pengalaman di balik layar Mermaid in Love menjadi konteks yang ia gunakan untuk menjelaskan perubahan penampilan Syifa. Bagi Deswita, komentar soal tubuh tidak menghapus kerja keras yang pernah dijalani para pemain.
