Rekaman video call Ruben Onsu dengan seorang pria yang diunggah Sarwendah kembali memanaskan konflik kedua figur publik itu. Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah sekaligus sahabat Ruben, mempertanyakan alasan Sarwendah menyebarkan rekaman tersebut dan menilai dugaan tentang perilaku seseorang tak bisa disimpulkan hanya dari potongan video.
Nanda menyampaikan pandangannya kepada awak media. Ia menekankan bahwa tudingan mengenai perilaku menyimpang membutuhkan bukti konkret, bukan sekadar tafsir atas rekaman yang beredar. Menurut dia, penilaian hukum harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menyinggung perjalanan rumah tangga Ruben dan Sarwendah yang berlangsung selama bertahun-tahun hingga keduanya memiliki anak. Nanda mempertanyakan bagaimana unggahan itu selaras dengan keputusan Sarwendah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Ruben selama ini.
Nanda Persada minta publik tak menyimpulkan dari rekaman
Dalam keterangannya, Nanda membandingkan pembuktian dugaan perilaku menyimpang dengan perkara perzinaan. Ia menyebut, untuk menilai suatu perbuatan secara hukum, diperlukan bukti langsung dan saksi. Karena itu, menurutnya, rekaman video call saja tidak cukup untuk menjadi dasar kesimpulan.
“Apakah bisa dinilai secara hukum bahwa memang misalnya Ruben katakanlah dia punya perilaku menyimpang. Sama seperti pasal perzinahan tuh harus dibuktikan secara langsung, ada saksinya dan ada perbuatan fisik yang dilakukan. Nggak segampang itu!”
Nanda kemudian melontarkan pertanyaan yang ditujukan kepada Sarwendah. Ia mempertanyakan alasan Sarwendah bersedia menikah dengan Ruben dan membangun rumah tangga selama sekian lama apabila saat ini meyakini adanya perilaku menyimpang seperti yang menjadi perbincangan.
“Jadi kalau ingin membuktikan bahwa dia (Ruben) tidak pantas, punya penyimpangan, kok mau nikah sekian lama? Punya anak. Coba dijawab! Make sense nggak itu?”
Pernyataan itu merupakan pandangan Nanda di tengah konflik yang kembali menjadi perhatian publik. Ia juga mengaku bingung dengan pemikiran Sarwendah. Namun, pertanyaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan benar atau tidaknya dugaan yang ramai dibicarakan; persoalan itu tetap perlu dilihat berdasarkan bukti dan keterangan pihak-pihak terkait.
Ruben laporkan persoalan video call ke polisi
Di tengah polemik tersebut, Ruben Onsu diketahui telah melaporkan persoalan yang berkaitan dengan beredarnya rekaman video call itu ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat atas dugaan pencemaran nama baik. Belum ada keterangan dalam bahan pemberitaan mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut.
Langkah hukum itu menambah dimensi baru pada perselisihan yang sebelumnya ramai dibicarakan melalui unggahan media sosial dan tanggapan sejumlah pihak. Karena laporan masih disebut sebagai dugaan, substansi perkara dan pihak yang dianggap bertanggung jawab belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum.
Publik pun dihadapkan pada dua hal yang berbeda: penjelasan masing-masing pihak mengenai alasan dan konteks unggahan, serta proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik. Keduanya perlu dipisahkan agar perdebatan di ruang publik tidak menggantikan proses pembuktian.
Kuasa hukum Sarwendah sebut unggahan sebagai perlawanan
Di sisi Sarwendah, kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, sebelumnya telah menjelaskan alasan kliennya mengunggah rekaman tersebut ke media sosial. Menurut Chris, tindakan itu merupakan reaksi Sarwendah terhadap situasi yang selama ini ia rasakan di tengah konflik dengan Ruben.
Chris menyebut Sarwendah merasa menjadi sasaran fitnah, direndahkan, dan menghadapi penggiringan opini. Ia menggambarkan unggahan video itu sebagai bentuk perlawanan terhadap keadaan tersebut. Penjelasan itu disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah, sementara Nanda menyampaikan kritik atas keputusan mengunggah rekaman dan meminta dugaan yang muncul tidak disimpulkan tanpa bukti.
Perbedaan keterangan itu membuat konteks rekaman dan proses pelaporan menjadi hal yang perlu dicermati. Pada tahap ini, pernyataan Nanda maupun penjelasan kuasa hukum Sarwendah perlu dipahami sebagai keterangan dari masing-masing pihak, bukan putusan atas perkara.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses hukum dan keterangan yang disampaikan pihak-pihak terkait. Di tengah perhatian publik, kehati-hatian dalam menyebarkan rekaman maupun menilai isi konflik tetap penting, terutama ketika persoalan menyangkut keluarga dan dugaan yang belum terbukti.
