North London Legends mengalahkan United Legends dengan skor 3-2 dalam duel legenda Arsenal dan Manchester United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (10/10/2026) malam WIB. Gol Jermaine Pennant pada menit ke-74 memastikan Arsenal menutup laga bertajuk “The Rivalry Returns 2026” dengan kemenangan tipis.
Pertandingan berlangsung sengit. MU sempat memimpin lebih dulu, Arsenal membalikkan keadaan, lalu Setan Merah menyamakan skor sebelum tendangan bebas Pennant menjadi pembeda. Lima gol tercipta dari sejumlah nama yang pernah menjadi bagian dari persaingan dua klub Inggris tersebut.
MU unggul cepat, Arsenal segera membalas
United Legends membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit. Ashley Young mencatatkan namanya di papan skor dan membawa timnya berada di depan. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.
Lima menit berselang, Emmanuel Adebayor menyamakan skor untuk Arsenal. Ia memanfaatkan situasi sepak pojok untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Awal pertandingan pun langsung menyajikan saling balas serangan antara dua tim.
Arsenal kemudian berbalik unggul lewat serangan cepat. Santi Cazorla berada dalam posisi bebas sebelum menaklukkan kiper Edwin van der Sar. Gol itu membuat North London Legends memimpin, meski United masih punya kesempatan untuk mengejar.
Nama-nama yang turun di lapangan turut menghidupkan kembali ingatan pada rivalitas kedua klub. United diperkuat, antara lain, oleh Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Ryan Giggs, Dimitar Berbatov, Carlos Tevez, dan Van der Sar. Di kubu Arsenal ada Robert Pires, Gilberto Silva, Ashley Cole, Cazorla, serta Adebayor.
Falcao samakan skor, Pennant jadi penentu
Memasuki babak kedua, United meningkatkan tekanan. Upaya mereka menghasilkan gol penyama kedudukan melalui Radamel Falcao, yang menerima bola dari Antonio Valencia. Skor kembali imbang dan persaingan di SUGBK pun berlanjut.
Arsenal akhirnya kembali memimpin setelah jeda water break. Pennant mengambil tendangan bebas yang gagal diantisipasi Van der Sar. Gol pada menit ke-74 itu mengubah skor menjadi 3-2 dan menjadi gol terakhir dalam pertandingan.
Skor tersebut bertahan hingga laga usai. Arsenal pun keluar sebagai pemenang setelah sempat tertinggal pada menit-menit awal, sementara MU gagal membalas gol Pennant. Selisih satu gol membuat duel para mantan pemain itu tetap berjalan ketat sampai akhir.
Pertandingan ini mempertemukan dua kelompok yang menggunakan nama United Legends dan North London Legends. Meski berstatus laga para legenda, jalannya pertandingan tetap diwarnai keunggulan yang berganti dan respons cepat dari masing-masing tim. Hasil akhir ditentukan oleh satu eksekusi bola mati.
Rivalitas lama dalam suasana reuni
Sebelum pertandingan, Rio Ferdinand menyebut timnya ingin memberi hiburan kepada para penggemar. Ia juga mengakui kondisi fisik para pemain tidak mungkin sama seperti saat masih aktif bermain. Namun, menurut Ferdinand, rivalitas tetap ada meski para pemain saling menghormati.
“Yang terpenting hanya untuk bermain bersama dan bersenang-senang. Dan menang. Itu hal yang paling penting bagi saya,” ujar Ferdinand dalam jumpa pers sehari sebelum laga. Ucapannya berujung pada pertandingan yang kompetitif, walau kemenangan akhirnya jatuh ke tangan Arsenal.
Ryan Giggs juga menyampaikan terima kasih atas sambutan penggemar Indonesia. Ia bercerita para pemain disambut pendukung saat tiba di bandara dan di hotel. Giggs berharap laga tersebut menjadi pengalaman bagi penggemar yang telah menunggu untuk melihat para pemain itu secara langsung.
Gilberto Silva, yang juga membela Arsenal, menyampaikan harapan agar semua pihak dapat menikmati pertandingan. Ia bahkan menyinggung persiapan Ferdinand yang dinilainya serius. Di sisi lain, Thierry Henry disebut menyambut kesempatan melatih para legenda Arsenal di GBK.
Kemenangan 3-2 membuat duel di SUGBK berakhir dengan cerita yang berpihak kepada Arsenal, tetapi pertemuan ini juga menjadi ajang bagi suporter untuk kembali menyaksikan para mantan pemain dari dua kubu rival. Bagi penggemar, pertandingan semacam ini menghadirkan kesempatan merayakan persaingan lama sekaligus melihat para legenda kembali berbagi lapangan.
