Aktor sekaligus DJ Winky Wiryawan menyebut komunikasi terbuka sebagai kunci menjaga keharmonisan rumah tangganya dengan Kenes Andari. Setelah menjalani 22 tahun kebersamaan, ia mengatakan masalah dalam pernikahan tetap ada, tetapi keduanya berusaha menyelesaikannya dengan berbicara dan duduk bersama.
Winky menceritakan resep rumah tangganya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut dia, obrolan menjadi cara penting untuk memahami persoalan yang muncul, sekaligus menjaga keceriaan di antara mereka.
“Memaknainya gua ngerasa sama Kenes ini selama 22 tahun itu intinya komunikasi aja sih, ngobrol gitu. Jadi masalah pasti ada, terus keceriaan terus ada gitu,” kata Winky.
Pengalaman itu, kata Winky, membuatnya dan Kenes tidak menganggap rumah tangga sebagai hubungan yang selalu berjalan tanpa hambatan. Persoalan bisa datang dalam berbagai bentuk, baik kecil maupun berat. Yang mereka upayakan adalah tidak membiarkan masalah tersebut menggantung tanpa dibicarakan.
Winky dan Kenes memilih membicarakan masalah
Winky menjelaskan, ketika ada persoalan, ia dan Kenes biasanya mencari waktu untuk duduk bersama. Mereka kemudian membicarakan hal yang dirasa perlu diselesaikan. Cara tersebut dipilih agar keduanya bisa memahami persoalan yang sama dan mencari jalan keluar bersama, bukan membiarkannya berlarut-larut.
“Jadi setiap kalau ada masalah dikit tuh, apa pun, gua sama Kenes tuh selalu duduk bareng kayak, ‘Eh kita kayaknya perlu ngomong untuk hal ini deh,’ gitu, bahwa untuk apa pun itu,” ujarnya.
Bagi Winky, keterbukaan tidak berarti setiap persoalan harus langsung dibahas saat emosi sedang tinggi. Ia dan Kenes berusaha memberi jeda sampai suasana lebih tenang. Setelah itu, mereka bisa membicarakan masalah dengan kepala dingin.
Ia menilai cara menyampaikan persoalan sama pentingnya dengan kemauan untuk berbicara. Jika percakapan dilakukan dalam keadaan marah, pembahasan berisiko terbawa emosi. Karena itu, pasangan tersebut memilih menunggu sampai situasi mereda sebelum membicarakan hal yang mengganjal.
Komitmen jadi pegangan dalam pernikahan
Winky juga memandang hubungan mereka sebagai komitmen jangka panjang. Pernikahan, menurut dia, merupakan janji untuk saling mendampingi hingga akhir hayat. Pandangan itu menjadi salah satu alasan baginya untuk menjaga kebersamaan dengan Kenes sebaik mungkin.
“Karena kita kan akan, InsyaAllah ya, insyaallah sampai kita dipanggil sama Yang Di Atas. Baik gua duluan atau Kenes duluan. Dan kita udah akan berdua doang nih seumur hidup gitu,” tuturnya.
Ucapan tersebut menggambarkan bagaimana Winky memaknai perjalanan 22 tahun pernikahan mereka: bukan sebagai hubungan yang bebas dari masalah, melainkan sebagai kebersamaan yang perlu dirawat. Dalam pandangannya, komitmen untuk tetap mendampingi satu sama lain perlu diwujudkan lewat sikap sehari-hari, termasuk ketika menghadapi perselisihan.
Menahan ego menjadi bagian lain dari cara mereka menjaga hubungan. Winky mengingatkan bahwa masalah sekecil atau sebesar apa pun sebaiknya dibahas tanpa kemarahan. Menunggu hingga lebih kalem, menurut dia, memberi ruang bagi keduanya untuk menyampaikan pikiran tanpa terbawa suasana.
Menurunkan emosi sebelum mencari jalan keluar
“Jadi apa pun itu masalahnya, seberat apa pun, sekecil apa pun, harus diomongkan dengan ya tadi, jangan dengan emosi yang marah atau emosi yang ini, tunggu kalem, kita ngomong atau apa gitu,” jelasnya.
Pesan Winky bukan bahwa komunikasi otomatis menghapus semua persoalan. Ia justru mengakui masalah pasti hadir dalam kehidupan rumah tangga. Namun, membicarakannya dengan tenang memungkinkan pasangan mengetahui apa yang dirasakan masing-masing dan menghadapi persoalan secara bersama.
Setelah 22 tahun, Winky dan Kenes tetap menempatkan obrolan sebagai ruang untuk menjaga hubungan. Kebiasaan duduk bersama, menunggu emosi mereda, lalu mencari penyelesaian menjadi pegangan yang mereka jalani. Bagi pasangan lain, kisah mereka mengingatkan bahwa keharmonisan bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan perlu dipelihara lewat komunikasi dan komitmen.
