Annisa Maya K. tak menyangka sebuah komentar di TikTok akan membawanya ke pelaminan. Perempuan yang sempat pasrah mencari jodoh di usia 34 tahun itu kini menikah dengan Maulana Alfarizi Nugroho setelah dikenalkan oleh seorang pengguna media sosial yang ingin menjodohkan kakaknya.
Kisah Maya ramai dibicarakan setelah ia membagikan perjalanan perkenalannya melalui akun TikTok @mieayamyaminmanis. Unggahan itu menunjukkan perubahan dari masa ketika ia masih sendiri hingga akhirnya menikah. Dalam keterangannya, Maya berterima kasih kepada perempuan yang menjadi perantara pertemuannya dengan Maulana.
“Bukan kami yang saling mencari, tapi ada seseorang yang diam-diam percaya kalau kami pantas dipertemukan,” tulis Maya. Ia menyebut keberanian sang perantara memperkenalkan mereka sebagai awal perjalanan yang membawa keduanya menemukan kebahagiaan bersama.
Berawal dari tren dan curhat soal ghosting
Kepada Wolipop, Maya bercerita bahwa unggahan awalnya dibuat sekadar mengikuti tren TikTok. Tren itu membandingkan harapan memiliki anak pada usia 27 tahun dengan kenyataan yang ia alami: di usia 34 tahun, ia masih sendiri dan beberapa kali mengalami ghosting.
“Kirain di usia 27 sudah punya anak, eh taunya di usia 34 masih aja kena ghosting,” kata Maya. Ia tidak menyangka curhatan ringan tersebut akan membuka jalan bagi perkenalan baru.
Di kolom komentar, seorang pengguna TikTok dengan akun @Alergan menawarkan kakak laki-lakinya untuk berkenalan dengan Maya. Perempuan itu kemudian melanjutkan komunikasi melalui pesan pribadi atau DM, lalu meminta nomor telepon Maya untuk diberikan kepada sang kakak.
Tak lama berselang, Maulana menghubungi Maya. Komunikasi yang bermula dari percakapan tersebut berjalan semakin intens. Keduanya kemudian memutuskan untuk membawa hubungan itu ke arah yang lebih serius.
Perkenalan berlanjut ke pembicaraan pernikahan
Maya dan Maulana mulai berkomunikasi secara intensif pada Oktober 2025. Menurut Maya, hubungan mereka mendapat respons positif dari keluarga. Maulana bercerita kepada orang tuanya bahwa ia sedang dekat dengan Maya, hingga ibunya mengajak Maya bertemu pada Desember 2025 melalui adik Maulana.
Pertemuan itu menjadi awal pembicaraan yang lebih serius mengenai pernikahan. Maya mengatakan usia mereka yang sama-sama matang dan tujuan hubungan yang sejalan membuat keduanya ingin saling mengenal lebih dalam sambil menyiapkan pernikahan.
“Dari situ sudah ada pembicaraan serius untuk menikah. Karena mengingat usia kita sudah sama-sama matang, dan memang kita punya tujuan ke arah yang lebih serius,” kata Maya.
Maya, yang berdomisili di Bekasi dan bekerja sebagai karyawan swasta, kini berusia 35 tahun. Ia menikah dengan Maulana, yang juga berusia 35 tahun, pada 5 Juli 2026. Akad dan rangkaian pernikahan digelar di Gedung Djoglo Ageng, Tangerang Selatan.
Perjalanan tersebut sempat dirahasiakan dari banyak orang terdekat Maya. Ia hanya menceritakan proses perkenalan itu kepada seorang sahabat dekat. Karena itu, teman-teman dan sahabat lainnya terkejut ketika mengetahui Maya telah menikah.
Kisah Maya ramai mendapat respons warganet
Unggahan Maya telah ditonton lebih dari 52,6 ribu kali dan menarik banyak komentar. Sejumlah warganet menyampaikan doa agar orang-orang yang masih berjuang menemukan pasangan segera dipertemukan dengan jodoh yang baik. Ada pula yang menanggapi kisah itu dengan bercanda, seolah kolom komentar TikTok bisa menjadi tempat mencari pasangan.
Pengguna lain ikut berbagi cerita tentang dirinya yang masih sendiri. Salah satunya memperkenalkan diri sebagai guru SD dari Palembang dan berharap ada orang yang juga sedang mencari jodoh. Respons tersebut menunjukkan bagaimana kisah pribadi Maya terasa dekat bagi orang-orang yang mengalami penantian serupa.
Bagi Maya, awal yang tak direncanakan itu berujung pada hubungan yang dibangun dengan tujuan jelas. Komentar sederhana memang menjadi pintu perkenalan, tetapi perjalanan mereka berlanjut lewat komunikasi, pertemuan keluarga, dan keputusan untuk menikah. Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa perkenalan dapat datang dari jalur yang tak terduga—sementara keseriusan tetap tumbuh dari proses saling mengenal.
