Ubisoft mengusulkan penutupan studio RedLynx di Finlandia dan mengonfirmasi 70 posisi di Ubisoft Singapore terdampak penyesuaian tenaga kerja. Jika rencana terhadap RedLynx berlanjut, langkah ini berpotensi memengaruhi hingga 122 posisi di kedua negara, meski status studio Finlandia itu belum diputuskan secara final.
RedLynx dikenal sebagai pengembang seri game Trials, sedangkan Ubisoft Singapore memimpin pengembangan Skull and Bones dan pernah terlibat dalam sejumlah proyek Assassin’s Creed. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan operasional Ubisoft di tengah penyesuaian kebutuhan produksi.
Penutupan RedLynx masih menunggu konsultasi
Ubisoft menyebut RedLynx saat ini tidak sedang mengerjakan proyek baru. Dengan 52 karyawan yang masih bekerja di studio tersebut, perusahaan menilai penutupan lebih masuk akal secara ekonomi dibandingkan melanjutkan operasional tanpa proyek baru.
Namun, rencana itu belum menjadi keputusan final. Aturan di Finlandia mengharuskan perusahaan menjalani konsultasi dan negosiasi dengan karyawan sebelum melakukan perubahan besar, termasuk penutupan studio.
Didirikan pada 2000, RedLynx diakuisisi Ubisoft pada 2011 setelah dikenal lewat seri Trials. Gim terbarunya dalam seri utama, Trials Rising, dirilis pada 2019. Dalam perkembangannya, studio tersebut juga membantu pengerjaan gim dari tim Ubisoft lain.
RedLynx sebelumnya telah kehilangan 60 staf dalam restrukturisasi pada 2025. Saat itu, Ubisoft mengumumkan pergeseran fokus studio ke pengembangan gim mobile. Usulan penutupan terbaru muncul setelah perubahan arah tersebut, tetapi perusahaan belum mengumumkan hasil konsultasi dengan para karyawan.
70 posisi di Ubisoft Singapore terdampak
Berbeda dari rencana di Finlandia, dampak terhadap tenaga kerja di Singapura telah dikonfirmasi Ubisoft: sebanyak 70 posisi terdampak penyesuaian. Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima dari 350 karyawan di studio tersebut.
Sejumlah laporan menyebut angka berbeda. Bagian awal laporan GameSpot menyebut 72 orang, tetapi pernyataan Ubisoft yang dikutip dalam laporan itu menyebut 70 posisi. Angka 70 juga digunakan oleh VGC dan Mediacorp.
Ubisoft Singapore berdiri pada 2008 dan menjadi studio utama di balik Skull and Bones, gim bertema bajak laut yang dirilis pada 2024 setelah mengalami berbagai penundaan. Tim Singapura juga pernah mengerjakan fitur pertempuran laut dalam beberapa seri Assassin’s Creed.
Ubisoft menyatakan penyesuaian dilakukan untuk menyelaraskan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan produksi mendatang. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada karyawan yang terdampak dan menyatakan akan memberikan dukungan selama proses berlangsung.
Bagian dari restrukturisasi Ubisoft
Laporan Esports ID, yang mengutip GamesIndustry.biz pada 14 Oktober 2026, menyebut rencana di Finlandia dan Singapura berpotensi berdampak pada hingga 122 posisi. Angka itu merupakan gabungan 52 karyawan RedLynx dan 70 posisi di Singapura, bukan jumlah pemangkasan yang sudah dipastikan seluruhnya.
Perubahan di kedua studio berlangsung di tengah upaya Ubisoft merampingkan operasional dan menata ulang struktur pengembangan. Perusahaan membagi organisasinya ke dalam enam divisi yang disebut Creative Houses, dengan sejumlah studio dan merek gim berada di bawah masing-masing divisi.
Ubisoft juga mengumumkan penutupan Rainbow Six Mobile pada Januari 2027. Dalam reorganisasi Creative House 2, studio di Montréal, Paris, Swedia, dan Toronto akan berada di bawah naungan Massive Entertainment. Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa penyesuaian tidak hanya menyentuh jumlah pekerja, tetapi juga susunan tim dan portofolio proyek.
Bagi RedLynx, nasib studio masih bergantung pada proses konsultasi yang diwajibkan di Finlandia. Sementara itu, 70 posisi di Singapura telah dinyatakan terdampak. Perkembangan berikutnya akan menentukan bagaimana Ubisoft menyeimbangkan perubahan struktur dengan kelanjutan proyek-proyek yang menjadi bagian dari portofolionya.
