Fenomena space jellyfish muncul di langit sejumlah wilayah Amerika Serikat setelah roket Falcon 9 milik SpaceX meluncur dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Cahaya yang menyerupai ubur-ubur raksasa itu terlihat di tengah langit gelap dan membuat warga penasaran sebelum penjelasan ilmiahnya terungkap.
Penampakan tersebut bukan makhluk atau benda asing yang melayang di angkasa. Bentuk seperti kepala dan tentakel ubur-ubur terbentuk dari gas buang roket yang menyebar di ketinggian dan terkena sinar Matahari.
Space jellyfish muncul setelah peluncuran Falcon 9
Peristiwa yang diberitakan terjadi pada 13 Oktober 2026 itu berkaitan dengan misi pengiriman kargo SpaceX CRS-35 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Roket Falcon 9 lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, dengan wahana Dragon yang membawa pasokan serta perlengkapan penelitian untuk mendukung kegiatan para astronaut di laboratorium orbit tersebut.
Peluncuran berlangsung sekitar pukul 06.33 waktu setempat, atau 48 menit sebelum Matahari terbit. Waktu ini menjadi salah satu faktor yang membuat jejak gas buang roket tampak jelas. Saat permukaan Bumi masih gelap, bagian atmosfer yang lebih tinggi sudah tersinari Matahari.
Ketika Falcon 9 bergerak menembus atmosfer, gas buang yang dilepaskan menyebar dan membentuk pola luas. Dari Bumi, bagian yang lebih padat tampak menyerupai kepala, sementara jejak yang memanjang terlihat seperti tentakel. Kontras antara cahaya di ketinggian dan langit gelap menguatkan kesan bahwa ada ubur-ubur raksasa yang sedang melayang.
Penampakan itu dilaporkan terlihat di sejumlah wilayah Amerika Serikat bagian timur, termasuk Florida, Georgia, hingga New York. Foto dan video yang beredar di media sosial membuat fenomena tersebut semakin banyak dibicarakan.
Mengapa gas buang roket terlihat bercahaya?
Efek space jellyfish dapat muncul ketika gas buang roket berada pada ketinggian yang masih menerima sinar Matahari, sementara pengamat di permukaan Bumi berada dalam kondisi gelap atau menjelang fajar. Cahaya Matahari yang mengenai gas buang itulah yang membuatnya terlihat terang dari bawah.
Karena itu, fenomena ini lebih mungkin terlihat saat peluncuran berlangsung menjelang Matahari terbit atau setelah Matahari terbenam. Pada waktu-waktu tersebut, langit di permukaan dapat tampak gelap, tetapi sinar Matahari masih menjangkau ketinggian tempat gas buang roket menyebar.
Bentuk dan tingkat kecerahan space jellyfish tidak selalu sama. Penampakannya dapat dipengaruhi ketinggian roket, cara gas buang menyebar, kondisi atmosfer, serta posisi Matahari ketika peluncuran berlangsung. Perbedaan faktor-faktor tersebut membuat setiap kemunculan bisa memiliki pola visual yang berlainan.
NASA menjelaskan bahwa cahaya yang menyerupai ubur-ubur itu terjadi ketika gas buang roket diterangi Matahari di ketinggian. Dengan demikian, meski terlihat tidak biasa, penampakan tersebut merupakan efek visual yang dapat terjadi dalam kondisi tertentu selama peluncuran.
Misi CRS-35 membawa pasokan dan riset ke ISS
Di balik pemandangan yang ramai dibahas, peluncuran Falcon 9 merupakan bagian dari misi pasokan ke ISS. Wahana Dragon mengangkut berbagai kebutuhan dan perlengkapan penelitian untuk mendukung aktivitas para astronaut. Laporan mengenai misi itu menyebut lebih dari 6.300 investigasi ilmiah dan kargo turut dibawa dalam penerbangan komersial ke-35 SpaceX untuk NASA.
Space jellyfish bukan tanda bahaya ataupun bukti adanya objek misterius. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kegiatan penerbangan antariksa dapat menghasilkan pemandangan yang terlihat dari Bumi, terutama ketika waktu peluncuran dan kondisi cahaya berada dalam susunan yang tepat.
Peluncuran roket pada waktu fajar atau senja berpotensi kembali menghadirkan efek serupa. Bagi warga yang melihatnya, memahami proses di balik cahaya tersebut dapat membantu membedakan fenomena atmosfer akibat aktivitas roket dari dugaan yang belum memiliki penjelasan.
