Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker berpeluang tampil di Major League Soccer (MLS) setelah masuk dalam MLS SuperDraft 2026. Colorado Springs memilih pemain berusia 19 tahun itu pada urutan ke-10, tetapi kesempatan tersebut belum otomatis membuatnya bergabung dengan klub. Baker masih memiliki pilihan untuk melanjutkan karier di Georgetown Hoyas, tempat ia mendapat menit bermain reguler.
Nama Baker tercantum dalam daftar enam pemain yang dipilih Colorado Springs sebagai kandidat untuk tim utama. Berdasarkan ketentuan yang disebutkan dalam laporan, klub yang memilihnya berhak merekrut sang pemain hingga 31 Desember 2027. Dengan demikian, peluang berkarier di MLS masih terbuka, meski keputusan akhirnya bergantung pada Baker dan klub.
Pilihan Baker: bertahan di Georgetown atau ke MLS
Untuk musim 2026, Baker memilih tetap membela Georgetown Hoyas di kompetisi NCAA Men’s College Soccer, liga sepak bola antarkampus di Amerika Serikat. Keputusan itu memberinya kesempatan tampil sebagai pemain utama dan memperoleh jam terbang secara reguler. Ia telah membela Georgetown selama tiga musim.
Catatan Baker di kompetisi kampus menunjukkan produktivitas yang menonjol. Dalam 11 penampilan bersama Georgetown, ia mencetak 10 gol dan menyumbang empat assist. Dalam dua musim terakhir, total golnya mencapai 40 dari 42 pertandingan.
Angka tersebut menjadi salah satu modal bagi Baker untuk menarik perhatian klub profesional. Pengalamannya bersama Timnas Indonesia juga dapat mendukung langkahnya ke level berikutnya. Namun, status sebagai pemain pilihan dalam SuperDraft tidak dengan sendirinya menjamin kontrak atau tempat di skuad utama.
Brace Baker mengantar Georgetown menang 6-1
Performa Baker kembali menjadi sorotan saat Georgetown menang 6-1 atas Pittsburgh Panthers dalam laga penutup non-konferensi, 20 Oktober. Pertandingan yang berlangsung di Ambrose Urbanic Field, Pennsylvania, itu memperlihatkan kontribusinya di lini depan. Baker tampil sejak menit awal.
Georgetown lebih dulu unggul lewat Mateo Ponce Ocampo pada menit ke-19. Pittsburgh menyamakan kedudukan melalui Albert Thorsen sembilan menit kemudian, sebelum Jack Brown mengembalikan keunggulan Georgetown menjadi 2-1 pada penghujung babak pertama.
Tim asuhan Brian Wiese tampil lebih dominan setelah jeda. Oliver Stafford menambah gol pada menit ke-55, lalu Baker mencetak gol pertamanya delapan menit berselang melalui kerja sama dengan Van Horn. Ia kembali membobol gawang Pittsburgh pada menit ke-69, kali ini setelah menyelesaikan umpan satu-dua dengan Terrance Reynolds.
Charlie Rosenthal menutup kemenangan Georgetown lewat gol pada menit ke-89. Dua gol Baker dalam pertandingan tersebut menambah bukti bahwa ia menjadi salah satu andalan tim kampusnya. Penyerang dengan tinggi sekitar 196-197 sentimeter itu memiliki postur yang mendukung perannya sebagai ujung tombak.
Kesempatan masih bergantung pada Colorado Springs
Meski memiliki hak memilih Baker, Colorado Springs belum tentu langsung merekrutnya. Dari enam pemain yang dipilih klub tersebut dalam MLS SuperDraft 2026, hanya Mamadou Billo Diop yang disebut telah menandatangani kontrak. Pemain lainnya, Wahabu Musah, memilih hijrah ke Villarreal di La Liga.
Jika Colorado Springs tidak merekrut Baker sampai 31 Desember 2027, klub MLS lain berhak mengakuisisinya. Baker juga dapat menandatangani kontrak profesional di luar MLS meskipun namanya masih tercatat dalam SuperDraft. Artinya, ia tidak harus menunggu satu jalur saja untuk memulai karier profesional.
Bagi Baker, masa di Georgetown menjadi ruang untuk menjaga konsistensi sekaligus membuktikan kemampuannya di lapangan. Produktivitas bersama klub kampus dan penampilan untuk Timnas Indonesia dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya. Peluang MLS sudah terbuka, tetapi keputusan klub dan pilihan karier sang pemain akan menentukan apakah kesempatan itu benar-benar berujung pada debut di liga sepak bola tertinggi Amerika Serikat.
