Kepergian Lisa Diana Tambunan meninggalkan duka mendalam bagi Marsha Aruan dan adiknya, Michelle. Di tengah kehilangan itu, Marsha berusaha mengingat kembali teladan sang ibu—tentang kebaikan kepada siapa pun, ketulusan, dan iman yang kuat sebagai pegangan menghadapi masa sulit.
Marsha menyampaikan hal tersebut saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). Ia mengenang ibunya sebagai sosok yang terbuka kepada semua orang, tanpa membedakan latar belakang maupun siapa orang yang dihadapinya.
“Bunda tuh orang yang sangat baik sama semua orang. Nggak memandang dia siapa, sangat welcome,” kata Marsha. Bagi aktris berusia 29 tahun itu, sifat tersebut bukan sekadar kenangan, melainkan pelajaran hidup yang terus ia bawa setelah sang ibu tiada.
Marsha Aruan mengenang ajaran kebaikan ibunda
Marsha mengaku bersyukur pernah dibesarkan dan dibimbing oleh Lisa. Sang ibu, menurutnya, mengajarkan berbagai kebaikan melalui sikap dan cara memperlakukan orang lain. Nilai itu pula yang menjadi salah satu warisan paling berarti bagi Marsha dan Michelle.
“Aku bersyukur dia adalah Bunda aku yang ngajarin segala kebaikan di dunia ini,” tuturnya. Ucapan itu menggambarkan bagaimana Marsha memaknai kepergian ibunya: rasa kehilangan tetap ada, tetapi kenangan atas nilai-nilai yang ditanamkan Lisa memberinya sesuatu untuk dijaga.
Nasihat yang paling melekat bagi Marsha adalah ajakan untuk berbuat baik kepada siapa pun tanpa pamrih dan tanpa melihat latar belakang orang tersebut. Ia mengatakan pesan itu akan terus menjadi prinsip dalam menjalani hidup.
“Bunda tuh selalu ngajarin kita, untuk berbuat hal baik pada siapapun tanpa memandang dari segi manapun aja,” kata Marsha.
Pesan tersebut sejalan dengan kenangan Marsha tentang ibunya sebagai pribadi yang ramah dan menerima semua orang. Bagi Marsha, kebaikan bukan hanya sesuatu yang diajarkan lewat kata-kata, tetapi juga tampak dalam sikap Lisa kepada orang-orang di sekitarnya.
Iman menjadi pegangan Marsha dan Michelle
Selain mengajarkan kebaikan, Lisa juga membekali kedua anaknya dengan fondasi spiritual. Marsha menyebut ibunya selalu mengajarkan mereka untuk memiliki iman yang kuat dan tetap percaya kepada Tuhan Yesus. Ajaran itu kini terasa penting ketika Marsha dan Michelle menghadapi kehilangan orang tua.
“Mengajarkan iman yang kuat juga untuk aku dan Michelle juga, selalu percaya sama Tuhan Yesus,” ujar Marsha. Ia kemudian meminta doa agar mereka berdua diberi kekuatan menjalani masa duka.
“Dan walaupun kita udah nggak ada kedua orang tua kita, tapi ya doain kita kuat berdua,” lanjutnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Marsha dan Michelle kini harus menjalani hidup tanpa kedua orang tua. Di tengah keadaan tersebut, keduanya berusaha bertahan dengan bekal nilai dan keyakinan yang telah ditanamkan keluarga.
Marsha tidak menutupi beratnya situasi yang mereka hadapi. Namun, ia memilih menuturkan kehilangan itu bersamaan dengan rasa syukur atas didikan sang ibu. Kenangan tentang Lisa, terutama ajaran untuk percaya kepada Tuhan dan berbuat baik, menjadi pegangan yang ingin terus mereka jaga.
Warisan Lisa Diana Tambunan bagi kedua anaknya
Kepergian Lisa Diana Tambunan menyisakan ruang besar dalam kehidupan Marsha dan Michelle. Meski demikian, pesan-pesan yang ditinggalkan ibunya tetap hidup dalam prinsip yang mereka pegang: menjaga iman dan memperlakukan siapa pun dengan baik.
Bagi Marsha, mengenang sang ibu bukan hanya berarti mengingat sosok yang telah pergi. Ia juga berusaha meneruskan nilai-nilai yang diajarkan Lisa dalam kehidupan sehari-hari. Doa dan dukungan dari orang-orang di sekitar diharapkan dapat membantu Marsha dan Michelle melewati masa berat ini, sembari tetap berpegang pada warisan kebaikan sang ibu.
