Enzo Maresca menjelaskan keputusannya memasukkan Phil Foden di lini tengah saat Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa di Villa Park, Sabtu (24/10/2026). Pergantian pada jeda itu dimaksudkan untuk menambah kualitas teknis City, bukan memperkuat duel fisik di sektor tengah.
City tertinggal lebih dulu setelah Nicolas Jackson mencetak gol pada menit keenam. Maresca kemudian menarik Rayan Cherki dan memainkan Foden, yang memulai pertandingan dari bangku cadangan meski baru saja mencetak hat-trick pada pertengahan pekan.
Perubahan tersebut belum cukup mengatasi kesulitan City menghadapi tekanan dan perebutan bola di tengah. Villa akhirnya menang 2-1, sekaligus mengakhiri tujuh kemenangan beruntun City di awal musim Liga Inggris.
Foden dipilih karena kebutuhan teknis
Keputusan Maresca mengganti Cherki dengan Foden menjadi sorotan setelah City tertinggal. Pelatih itu menyebut perubahan tersebut berbeda dari langkah yang diambilnya dalam laga melawan Paris Saint-Germain. Menurutnya, City membutuhkan pemain dengan kemampuan teknis untuk menghubungkan permainan.
“Saya rasa saat melawan PSG situasinya sedikit berbeda. Hari ini kami membutuhkan gelandang yang punya kemampuan teknis, karena itulah Rayan ditarik keluar dan Phil dimainkan di tengah,” kata Maresca kepada wartawan.
Foden bukan pilihan utama sejak awal laga, kendati penampilan apiknya pada pertengahan pekan membuat absennya dari susunan pemain utama mengundang pertanyaan. Maresca memilih memasukkannya ketika City perlu mengejar ketertinggalan, dengan harapan kreativitas dan penguasaan bola sang gelandang bisa membantu membongkar pertahanan Villa.
City sempat menunjukkan respons setelah kebobolan. Iliman Ndiaye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya membentur tiang. Pada babak kedua, Erling Haaland akhirnya membawa City kembali ke permainan lewat sundulan pada menit ke-52, memanfaatkan umpan silang Ndiaye.
Lini tengah City kesulitan mengimbangi Villa
Namun, gol Haaland tak bertahan lama sebagai penyeimbang. Villa kembali unggul pada menit ke-60 melalui Jackson, yang menyelesaikan serangan cepat setelah menerima umpan Ibrahim Mbaye. Gol itu membuat City harus kembali mengejar, sementara pertandingan berlangsung terbuka dengan serangan silih berganti.
Masuknya Foden tidak menghapus persoalan utama City. Di tengah permainan yang semakin sengit, ruang terbuka di sektor tengah membuat duel-duel penting menjadi penentu. Elliot Anderson dan Enzo Fernandez, yang sebelumnya tampil baik saat menghadapi Manchester United dan Liverpool, kali ini kesulitan mengatasi permainan Villa.
Situasi itu membuat pilihan Maresca untuk tidak memainkan Ayyoub Bouaddi ikut dipertanyakan. Bouaddi bisa menjadi opsi untuk menambah tenaga di lini tengah, tetapi sang pelatih memilih mempertahankan susunan yang mengutamakan kemampuan teknis. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Maresca ingin City mengubah cara menguasai bola, bukan sekadar menambah pemain untuk bertarung secara fisik.
Di sisi lain, Maresca menilai penampilan Anderson dan Fernandez tetap cukup baik. Ia juga memastikan Bouaddi akan memperoleh kesempatan bermain, terutama karena City masih menghadapi banyak pertandingan.
Jadwal padat menanti Manchester City
“Tidak diragukan lagi Ayyoub akan membantu kami. Hari ini Enzo dan Elliot sama-sama bermain sangat baik, dan kami masih punya begitu banyak pertandingan sehingga Ayyoub akan mendapat menit bermain,” ujar Maresca.
Kekalahan di Villa Park menjadi hasil liga pertama yang menggagalkan laju sempurna City musim ini. Sebelum bertandang ke markas Villa, tim Maresca memenangi tujuh pertandingan beruntun. Aston Villa memanfaatkan peluangnya dengan efektif, sementara City harus mengevaluasi cara menjaga keseimbangan ketika menyerang dan kehilangan bola.
City kini mengalihkan perhatian ke Piala Carabao. Mereka dijadwalkan menghadapi Brighton pada putaran keempat, Rabu. Dengan jadwal yang terus menumpuk, Maresca perlu menentukan apakah duet Anderson dan Fernandez tetap menjadi pilihan utama atau rotasi akan memberi ruang bagi Bouaddi.
Pilihan di lini tengah akan menjadi bagian penting dari upaya City menjaga konsistensi setelah kekalahan ini. Maresca telah menjelaskan alasan di balik masuknya Foden; tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas teknis dan kekuatan dalam duel bisa berjalan beriringan saat City kembali bertanding.
