Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, Minggu (25/10), dan meninggalkan lapangan dengan suasana yang kontras. Suporter memberi tepuk tangan kepada pelatih Michael Carrick, tetapi melontarkan cemoohan kepada para pemain setelah kekalahan pada pekan kedelapan Liga Inggris itu.
Momen tersebut terjadi saat Carrick berjalan menuju tribun Stretford End seusai pertandingan. Tepuk tangan terdengar ketika ia mendekati suporter dan berlanjut sampai sang pelatih masuk ke lorong ruang ganti. Setelah Carrick berlalu, reaksi penonton berubah menjadi sorakan kecewa yang ditujukan kepada Harry Maguire dan rekan-rekannya.
Perbedaan sambutan itu mencerminkan kekecewaan di Old Trafford setelah Manchester United kembali gagal bangkit. Sebelumnya, mereka dipermalukan Como dengan skor 1-4 di Liga Champions. Harapan untuk merespons kekalahan tersebut tak terwujud ketika Bournemouth justru menang meyakinkan di kandang MU.
Bournemouth menghukum kesalahan MU di Old Trafford
Bournemouth membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui sundulan Rayan. Lima menit kemudian, tim tamu menggandakan skor. Marcus Tavernier memanfaatkan kesalahan Lenny Yoro untuk membobol gawang yang dijaga Senne Lammens.
Gol ketiga datang pada menit ke-71. Evanilson mencetak gol setelah terjadi miskomunikasi di lini pertahanan tuan rumah. Tiga gol itu memastikan Bournemouth pulang dengan kemenangan 3-0, sementara MU kembali menanggung hasil mengecewakan di hadapan pendukungnya sendiri.
Kekalahan tersebut membuat United berada di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris. Dalam delapan pertandingan, mereka baru meraih satu kemenangan. Catatan itu menambah tekanan terhadap Carrick, terlebih timnya juga belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir, menurut laporan CNN Indonesia.
Posisi MU di klasemen kian mengkhawatirkan. Tim itu hanya mengoleksi tujuh poin dari delapan laga, dengan rincian satu kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Mereka terpaut satu angka dari Nottingham Forest yang menempati posisi ke-18, batas terakhir zona degradasi.
Masa depan Carrick dilaporkan berada di ujung tanduk
Di tengah hasil buruk itu, laporan media Inggris yang dikutip CNN Indonesia menyebut Carrick berpotensi diberhentikan dalam beberapa hari ke depan. The Standard disebut sebagai sumber kabar tersebut. Jika laporan itu terbukti, MU bisa menjalani pertandingan berikutnya dengan pelatih berbeda.
Jadwal selanjutnya membawa United ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea pada 31 Oktober. Waktu yang tersisa menuju laga itu membuat perkembangan di jajaran manajemen menjadi perhatian, meski belum ada kepastian resmi mengenai keputusan klub atas Carrick.
Tekanan terhadap pelatih juga muncul di tengah ketegangan internal yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir. Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes disebut mempertanyakan posisi klub. Fernandes sebelumnya mempertanyakan pendekatan taktik Carrick setelah kekalahan dari Como dan kemudian tidak dimainkan saat MU menghadapi Bournemouth.
Dalam laporan Sky Sports yang dikutip CNN Indonesia, Julian Nagelsmann dan Eddie Howe disebut sebagai dua kandidat terkuat jika Carrick pergi. Keduanya dikabarkan dapat langsung mulai bekerja. Nagelsmann berstatus tanpa tim setelah berpisah dengan timnas Jerman usai Piala Dunia 2026, sedangkan Howe sedang mengambil jeda dari sepak bola setelah meninggalkan Newcastle United pada Juli.
Suporter menunggu respons, bukan sekadar pergantian pelatih
Nama Howe bukan kali pertama dikaitkan dengan kursi pelatih United. Ia pernah masuk pertimbangan berdasarkan rekomendasi mantan Direktur Olahraga MU Dan Ashworth sebelum Carrick ditunjuk secara permanen. Pengalamannya di Premier League menjadi salah satu faktor yang menguatkan namanya, sementara Sky Sports melaporkan Howe tertarik untuk berbicara dengan United.
Namun, kemungkinan pergantian pelatih masih bergantung pada keputusan manajemen. Kekalahan dari Bournemouth membuat tekanan meningkat, tetapi klub belum menyampaikan keputusan resmi dalam bahan laporan yang tersedia. Untuk saat ini, perhatian tertuju pada apakah Carrick masih akan memimpin tim saat menghadapi Chelsea.
Tepuk tangan untuk Carrick dan cemoohan kepada pemain menandai malam yang berat di Old Trafford. Hasil dan posisi klasemen menunjukkan besarnya pekerjaan yang menanti Manchester United. Respons tim pada pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting, baik bagi para pemain maupun masa depan sang pelatih.
