LEBAK — Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mulai menyiapkan sekolah menengah pertama (SMP) untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027. Persiapan sejak dini itu ditempuh melalui rangkaian webinar daring pada 7, 9, dan 13 Oktober 2026, dengan materi yang mencakup pengelolaan sekolah hingga penguatan hasil evaluasi Bahasa Indonesia dan Matematika.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dody Irawan mengatakan, sekolah, guru, dan peserta didik perlu memiliki waktu yang cukup untuk membangun kesiapan. Menurut dia, persiapan tidak semestinya baru dilakukan menjelang pelaksanaan tes, melainkan dimulai dengan penguatan manajemen sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemetaan kemampuan siswa.
Dody menyampaikan hal itu kepada wartawan di Lebak, Senin (5/10/2026). Ia berharap seluruh SMP di wilayahnya dapat menyiapkan langkah yang terarah dan bergerak bersama menghadapi TKA.
Webinar TKA 2027 digelar dalam tiga tahap
Agenda bertajuk Webinar Series SMP Kabupaten Lebak Siap Menghadapi TKA 2027 itu disusun dalam tiga sesi. Pertemuan pertama dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan pembahasan tentang penguatan peran manajemen sekolah untuk mencapai target hasil TKA 2027 bagi SMP se-Kabupaten Lebak.
Dua hari berikutnya, Jumat, 9 Oktober, sesi kedua akan berfokus pada penguatan hasil TKA Bahasa Indonesia 2026. Materi ini diharapkan membantu sekolah membaca hasil evaluasi sekaligus mengenali kemampuan siswa yang masih perlu ditingkatkan.
Sesi ketiga berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, dengan pembahasan penguatan hasil TKA Matematika 2026. Sejumlah pemateri dari lingkungan pendidikan Kabupaten Lebak akan terlibat, termasuk pengawas sekolah dan tenaga pendidikan yang berpengalaman dalam penguatan mutu pembelajaran.
Rangkaian materi tersebut dirancang agar sekolah memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh, bukan hanya mengenai hasil evaluasi, tetapi juga cara menggunakan informasi itu untuk menentukan langkah pembelajaran. Dinas Pendidikan berharap forum daring tersebut dapat menjadi awal bagi sekolah untuk menyusun persiapan secara lebih sistematis.
Persiapan tidak sebatas latihan mengerjakan soal
Dody mengingatkan agar TKA tidak dipandang sebagai tes yang harus ditakuti siswa. Evaluasi itu, menurut dia, dapat digunakan untuk melihat capaian akademik dan mendorong sekolah memperbaiki mutu pembelajaran.
Karena itu, persiapan tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak latihan soal. Kepala sekolah dan guru perlu membangun budaya belajar yang baik serta mendampingi siswa secara bertahap agar pemahaman terhadap materi berkembang. Penguatan kemampuan akademik, kata Dody, perlu menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga membuat sekolah dapat menyesuaikan pembinaan dengan kebutuhan peserta didik. Data dan hasil evaluasi menjadi salah satu dasar untuk menentukan bagian pembelajaran yang perlu diperkuat, bukan sekadar angka untuk mengejar hasil tes yang tinggi.
Dody berharap materi yang dibagikan dalam webinar tidak berhenti sebagai pengetahuan di forum. Sekolah diminta menindaklanjutinya melalui program nyata. Kepala sekolah dan guru juga dapat menggunakan pertemuan itu untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai strategi meningkatkan kemampuan akademik siswa.
Kolaborasi untuk pemerataan mutu sekolah
Persiapan TKA, menurut Dody, berkaitan pula dengan upaya pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Lebak. Setiap sekolah memiliki karakteristik dan tingkat kemampuan siswa yang berbeda. Karena itu, strategi pembelajaran perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Penguatan kapasitas tenaga pendidik dan manajemen sekolah menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Praktik pembelajaran yang berjalan baik di satu sekolah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lain, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan dan kondisi setempat.
Dinas Pendidikan ingin sekolah-sekolah di Lebak bergerak bersama, bukan menghadapi persiapan TKA secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antarsekolah diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan membantu peningkatan mutu dirasakan lebih merata.
Tujuan akhirnya, kata Dody, bukan semata-mata memperoleh nilai tes yang baik. Siswa diharapkan memiliki kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir, dan menyelesaikan persoalan dengan baik. Dengan rangkaian persiapan yang dimulai pada 2026, sekolah memiliki kesempatan untuk memperkuat proses belajar sebelum TKA 2027 dilaksanakan.
