Bek Argentina Cristian Romero mengungkap Lionel Messi ikut memilihnya sebagai kapten tim nasional, bersama pelatih Lionel Scaloni. Bagi Romero, kepercayaan dari sosok yang selama ini memimpin La Albiceleste itu bukan sekadar penunjukan, melainkan amanat besar yang membawa nilai emosional tersendiri.
Romero mengatakan keterlibatan Messi dalam proses tersebut membuat tanggung jawabnya terasa semakin berarti. Ia juga mengakui masih merasakan kehilangan besar ketika menjalani pemusatan latihan tanpa kehadiran mantan kapten Argentina itu.
Kepercayaan Messi menjadi amanat besar bagi Romero
Dalam keterangannya, Romero menyebut Messi memilih dirinya untuk mengemban jabatan kapten. Keputusan itu diambil melalui kesepakatan dengan Scaloni, menurut laporan yang menjadi sumber berita ini.
“Dia (Messi) memilih saya menjadi kapten tim nasional, dan bagi saya, itu adalah tanggung jawab yang besar,” kata Romero.
Bek berusia 28 tahun tersebut menilai proses pemilihan itu istimewa karena Messi terlibat langsung bersama pelatih. Bagi Romero, kepercayaan dari pemain yang telah lama menjadi pemimpin tim memberinya makna lebih dalam daripada sekadar pergantian posisi di dalam skuad.
“Fakta bahwa dia melakukannya (memilih kapten) bersama dengan pelatih sungguh luar biasa,” ujarnya.
Penunjukan Romero berlangsung setelah Messi memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada akhir Agustus 2026, sebagaimana disebut dalam laporan sumber. Romero pun menerima tanggung jawab baru itu saat tim memasuki masa tanpa sosok yang selama ini menjadi figur utama di lapangan.
Meski mendapat kepercayaan tersebut, Romero tidak menggambarkan kepemimpinan sebagai soal mengenakan ban kapten semata. Ia justru menyoroti teladan yang dipelajarinya dari Messi selama keduanya bermain bersama untuk Argentina: mendahulukan tim dan tidak menempatkan diri lebih tinggi daripada rekan-rekannya.
Romero belajar kepemimpinan dari Messi
Menurut Romero, Messi menunjukkan cara memimpin yang mengutamakan kebersamaan. Pengalaman itu membekas bagi bek tersebut, yang menyebut dirinya banyak belajar dari sang mantan kapten.
“Saya belajar banyak darinya. Dia selalu memimpin dengan cara yang tidak pernah menempatkan dirinya di atas orang lain,” tutur Romero.
Ia juga mengingat momen setelah Argentina menang atas Inggris. Di tengah perayaan, kata Romero, Messi mengarahkan perhatian kepada seluruh tim, meskipun dunia tertuju kepadanya.
“Saya selalu merasa emosional saat menonton video kemenangan kami atas Inggris, di mana seluruh dunia bersorak untuknya tetapi dia justru menunjuk ke arah tim,” kata Romero.
Kenangan tersebut menjelaskan mengapa Romero memandang Messi bukan hanya sebagai pemain hebat, melainkan juga pribadi yang patut diteladani. Ia menyebut Messi sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa dan sosok luar biasa di luar lapangan.
Romero juga menggambarkan absennya Messi sebagai sesuatu yang terasa nyata dalam kegiatan tim. Ia mengaku suasana latihan selama jeda internasional terasa aneh ketika sang pemain tidak berada di sana.
Argentina bersiap menghadapi masa tanpa Messi
Kepergian Messi dari tim nasional, menurut Romero, memang pada akhirnya akan terjadi. Namun, ia mengaku tidak menyangka dampak ketidakhadiran itu akan terasa sedalam ini.
“Hal ini pasti akan terjadi suatu saat nanti, tetapi saya tidak pernah membayangkan bahwa ketidakhadirannya akan begitu terasa,” ujar Romero.
Ia bahkan menyimpan penyesalan pribadi karena merasa belum cukup sering menunjukkan rasa sayang kepada Messi ketika mereka masih berjuang bersama di timnas. Romero mengatakan telah menyampaikan hal itu langsung kepada mantan kaptennya.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya menyesal tidak lebih banyak menunjukkan kasih sayang yang selama ini saya miliki untuknya,” katanya.
Romero meyakini Messi akan terus dirindukan oleh tim, lebih besar daripada yang dibayangkan banyak orang. Ia menyebut pengaruh sang pemain tidak berhenti pada pencapaian di lapangan, tetapi juga tampak dari cara ia memperlakukan rekan-rekan setim.
Dalam laporan yang sama, Messi dijadwalkan menjalani satu laga perpisahan terakhir ketika Argentina menjamu Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Selasa, 6 Oktober 2026 waktu setempat. Ia disebut akan mengenakan jersey khusus berornamen emas sebagai penghargaan atas kariernya bersama tim nasional.
Bagi Romero, masa transisi ini berarti memikul tanggung jawab baru sambil menjaga teladan yang ditinggalkan Messi. Bagaimana ia menjalankan amanat sebagai kapten akan menjadi bagian dari perjalanan Argentina setelah era sang legenda, sementara kenangan tentang kepemimpinan Messi tetap hidup di ruang ganti tim.
