Tim riset Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan meraih juara 2 nasional dalam SOBAT BUMI Envirofest 2026 berkat gagasan mengolah limbah pertanian menjadi biochar. Inovasi bertajuk “Tapsel Biochar Movement: Gerakan Desa Karbon Positif Mengembalikan Karbon ke Tanah. Stop Bakar! Mulai Subur” itu mengajak masyarakat mengurangi pembakaran terbuka dan memanfaatkan sisa tanaman secara lebih berkelanjutan.
Kompetisi tersebut diselenggarakan PT United Tractors Tbk. Proyek Tim SOMI, nama tim riset MAN IC Tapsel, berlangsung sejak Juni hingga pengumuman akhir pada Oktober 2026. Gagasan mereka juga telah diuji publik bersama masyarakat Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, pada September 2026.
Tim SOMI mengangkat persoalan limbah pertanian
Tim yang meraih penghargaan itu terdiri atas lima murid: Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Atika Aufa Pracha, Nazwa Amelia Pospos, dan Rofiqoh Adzkia Dalimunthe. Mereka mendapat pendampingan dari guru pembimbing Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, S.Si.
Riset tersebut berangkat dari kebiasaan sebagian masyarakat membakar limbah pertanian. Pembakaran terbuka dapat menghasilkan asap dan polutan, sementara sisa tanaman yang dibakar tidak dimanfaatkan sebagai sumber daya. Tim SOMI menawarkan pendekatan berbeda: mengolah biomassa menjadi biochar dan mengembalikan karbon ke tanah.
Kepala MAN IC Tapanuli Selatan Abdul Hakim Siregar mengatakan bangga atas capaian murid-muridnya. Menurut dia, inovasi itu menunjukkan bahwa persoalan lingkungan yang dijumpai masyarakat dapat menjadi titik awal bagi riset yang bermanfaat.
“Melalui Tapsel Biochar Movement, Tim SOMI menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Abdul Hakim.
Biochar berpotensi membantu memperbaiki tanah
Abdul Hakim menjelaskan, biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan dengan memanaskan biomassa, seperti sekam padi, jerami, atau sisa tanaman lain, dalam kondisi pasokan oksigen terbatas. Proses ini berbeda dari pembakaran terbuka yang melepaskan asap dan berbagai polutan langsung ke udara.
Jika dibuat dan digunakan secara tepat, biochar berpotensi membantu memperbaiki karakteristik tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, serta menyimpan sebagian karbon dalam bentuk yang relatif stabil. Karena itu, gagasan Tim SOMI tidak hanya berfokus pada pengurangan asap, tetapi juga pada kemungkinan pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung kualitas tanah.
Namun, manfaat biochar tidak otomatis sama di setiap tempat. Bahan baku, metode produksi, karakteristik tanah, dan cara penggunaan turut menentukan hasilnya. Abdul Hakim menekankan bahwa penerapan inovasi perlu disertai pengujian dan pendampingan supaya manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Uji publik dan ajakan mengubah cara pandang
Uji publik di Desa Situmba menjadi bagian dari perjalanan riset tersebut. Kegiatan bersama warga itu menghubungkan gagasan yang dikembangkan di sekolah dengan persoalan pengelolaan limbah pertanian di lingkungan masyarakat. Bahan berita tidak merinci hasil pengujian maupun perubahan yang telah terjadi setelah kegiatan tersebut.
Melalui gerakan ini, Tim SOMI mendorong masyarakat melihat sisa tanaman bukan semata-mata sebagai limbah. Dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat, bahan tersebut dapat menjadi sumber daya alternatif. Pesan “Stop Bakar! Mulai Subur” merangkum ajakan untuk mengurangi pembakaran terbuka sekaligus mulai mengelola limbah secara lebih ramah lingkungan.
Prestasi juara 2 nasional itu menjadi kontribusi siswa MAN IC Tapsel melalui gagasan berbasis riset dan potensi lokal. Abdul Hakim berharap pencapaian tersebut memotivasi siswa lain untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mis Ariska Ainun Jamila Rambe atas pendampingan kepada para siswa. Ke depan, pengujian dan pendampingan akan tetap penting agar pengolahan biochar tidak berhenti sebagai gagasan kompetisi, tetapi dapat diterapkan dengan memperhatikan kondisi setempat.
