Inter Milan mengalahkan Bologna 3-1 setelah sempat tertinggal dalam pertandingan pekan ketujuh Liga Italia 2026/2027 di Giuseppe Meazza, 17 November 2026 malam WIB. Gol Tomaso Pobega lebih dulu membawa Bologna unggul, tetapi Marcus Thuram, Carlos Augusto, dan Ange-Yoan Bonny membalikkan keadaan untuk Nerazzurri.
Kemenangan ini membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 19 poin dari tujuh pertandingan. Mereka unggul tiga angka atas Lazio yang menempati posisi kedua. Bologna, yang gagal mempertahankan keunggulan, berada di urutan ke-14 dengan lima poin.
Bologna mengejutkan Inter lewat gol Pobega
Bologna memulai laga dengan agresif dan berhasil memanfaatkan kesalahan dalam penguasaan bola Inter. Pada menit ke-10, Pobega merebut bola dari Luis Henrique, lalu bergerak melewati penjagaan tiga pemain sebelum melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang.
Gol tersebut membuat Inter harus mengejar ketertinggalan sejak awal. Tim tuan rumah kemudian lebih banyak menekan dan mengurung pertahanan Bologna untuk mencari gol penyama. Namun, sejumlah upaya mereka belum membuahkan hasil hingga pertandingan mendekati jeda.
Bologna bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-40. Pobega melihat Josep Martinez bergerak meninggalkan posisinya, lalu mencoba mengarahkan bola ke gawang yang terbuka. Upaya itu gagal setelah bola membentur tiang.
Inter akhirnya menyamakan kedudukan semenit sebelum waktu normal babak pertama berakhir. Nicolo Barella mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti, dan Thuram menyambutnya dengan sontekan yang mengubah skor menjadi 1-1.
Thuram menyamakan skor, Inter terus menekan
Gol Thuram membuat Inter masuk ke jeda dengan kedudukan imbang setelah sempat tertinggal selama sebagian besar babak pertama. Tekanan tuan rumah terus berlanjut menjelang turun minum. Pada masa injury time, tandukan Manuel Akanji memaksa Martinez bekerja keras untuk menepis bola.
Memasuki babak kedua, Inter tetap memegang kendali permainan. Meski demikian, skor 1-1 bertahan hingga laga melewati satu jam. Situasi itu mendorong Inter memasukkan sejumlah pemain inti untuk menambah daya serang dan mencari gol yang bisa membawa mereka berbalik unggul.
Perubahan tersebut berbuah pada menit ke-69. Carlos Augusto, yang baru masuk, berdiri bebas di tiang jauh untuk menyambut umpan tarik Piotr Zielinski. Penyelesaian itu membawa Inter unggul 2-1 sekaligus mengubah tekanan menjadi keunggulan di papan skor.
Augusto dan Bonny memastikan kemenangan Inter
Bologna belum menyerah setelah kebobolan gol kedua, tetapi Inter mampu memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menambah keunggulan. Pada menit ke-83, Augusto merangsek dari sisi kiri dan mengirimkan umpan tarik ke tiang jauh. Bonny, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambut bola dengan sontekan untuk mencetak gol ketiga Inter.
Gol Bonny memastikan skor 3-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Dua gol pada babak kedua menuntaskan kebangkitan Inter, yang sebelumnya sempat kesulitan menembus pertahanan Bologna setelah tertinggal lebih dulu. Augusto terlibat langsung dalam kedua gol penentu itu, dengan mencetak gol kedua dan memberi assist untuk gol Bonny.
Hasil ini memperpanjang posisi Inter di puncak klasemen setelah tujuh pertandingan. Keunggulan tiga poin atas Lazio memberi Nerazzurri modal penting dalam persaingan awal musim, meski perjalanan liga masih panjang. Bagi Bologna, kegagalan menjaga keunggulan menjadi pekerjaan rumah sebelum menjalani laga-laga berikutnya.
Inter menunjukkan bahwa perubahan pemain mampu memberi pengaruh pada fase akhir pertandingan, sementara Bologna sempat menghadirkan ancaman melalui agresivitasnya. Perbedaan efektivitas di depan gawang akhirnya menjadi penentu: Inter mengubah peluang babak kedua menjadi dua gol, sedangkan Bologna tak mampu menambah gol setelah Pobega membuka skor.
