Manchester City akan menguji kesempurnaan start mereka saat bertandang ke markas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026). Tim asuhan Enzo Maresca telah memenangi lima laga pertama Premier League 2026/2027 dan kini membidik kemenangan keenam, sekaligus menjaga posisi di puncak klasemen.
City mengumpulkan 15 poin, unggul tiga angka atas Arsenal yang berada di urutan kedua. Mereka juga tampil produktif dengan mencetak 13 gol dan hanya kebobolan lima kali. Dua pertandingan bahkan dituntaskan tanpa kemasukan.
Laga pekan keenam ini menjadi ujian yang berbeda. Anfield dikenal sebagai panggung sulit bagi tim tamu, sementara Liverpool belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal. Duel dijadwalkan berlangsung pukul 22.30 WIB.
Rekor Man City atas Liverpool memberi modal
Catatan pertemuan belakangan berpihak kepada City. Setelah kalah 0-2 dari Liverpool di Etihad pada Februari 2025, The Citizens memenangi tiga duel berikutnya. Mereka menang 3-0 dan 2-1 di Premier League, lalu menaklukkan The Reds 4-0 pada perempat final Piala FA, April lalu.
Rentetan hasil itu menjadi bekal ke Anfield, tetapi bukan jaminan laga akan berjalan mudah. Liverpool tetap punya catatan tak terkalahkan pada awal musim ini. Bermain di kandang sendiri juga memberi mereka kesempatan untuk menghentikan laju City sekaligus memangkas jarak di klasemen.
Situasi kedua tim membuat pertandingan ini penting dari dua sisi. City ingin mempertahankan start sempurna, sedangkan Liverpool berpeluang memberi tekanan kepada pemuncak klasemen. Jarak enam poin memisahkan mereka menjelang laga, menurut catatan yang dihimpun menjelang pertandingan.
Enzo Maresca sadar Anfield bukan lawan ringan
Maresca menyebut pertandingan melawan Liverpool sebagai ujian berat. Ia meminta timnya datang dengan persiapan yang baik dan menjaga perhatian tetap tertuju pada permainan, meski atmosfer Anfield diperkirakan akan menjadi tantangan tersendiri.
“Ini akan jadi sebuah pertandingan yang berat tentunya. Ujian yang sulit. Kami harus siap,” ujar Maresca di laman resmi klub.
Pelatih City itu juga menyinggung situasi yang tengah dihadapi klubnya. Menurut dia, fokus tim harus tetap pada pertandingan. Maresca menyebut atmosfer Anfield “menyenangkan” dan memperkirakan suasananya mungkin terasa lebih buruk karena situasi tersebut, tetapi City akan berusaha melakukan yang terbaik untuk menang.
Pernyataan itu menggambarkan pendekatan City menjelang lawatan penting ini: menjaga fokus di tengah tekanan dan tidak menganggap remeh lawan. Lima kemenangan beruntun memang memberi kepercayaan diri, tetapi konsistensi mereka akan benar-benar diuji ketika berhadapan dengan Liverpool di kandangnya.
Kemenangan keenam membuka jalan mengejar rekor
Jika kembali menang, City akan mencatat enam kemenangan beruntun sejak awal musim. Pencapaian itu bukan rekor baru di Premier League, tetapi akan menjaga peluang mereka untuk mengejar catatan start terbaik yang pernah dibuat tim lain.
Data Opta mencatat Chelsea masih memegang rekor dengan sembilan kemenangan beruntun pada awal musim 2005/2006. Liverpool berada di urutan berikutnya setelah membuka musim 2019/2020 dengan delapan kemenangan. Sejumlah tim lain juga pernah mencapai enam kemenangan beruntun pada awal kompetisi.
Dengan lima kemenangan di tangan, City hanya perlu melewati satu pertandingan lagi untuk mencapai angka enam. Namun, sasaran tersebut datang bersama tantangan besar: Liverpool, yang belum kalah dan bermain di Anfield. Hasil laga ini akan menunjukkan apakah laju mulus tim Maresca bisa bertahan saat menghadapi salah satu pesaing utamanya.
Bagi City, kemenangan akan memperpanjang momentum sekaligus memperkuat posisi mereka di puncak. Bagi Liverpool, laga ini menjadi kesempatan untuk mengubah persaingan klasemen sejak dini. Jawabannya akan ditentukan di lapangan, dalam duel yang mempertemukan start sempurna dengan ambisi tuan rumah menjaga tren tak terkalahkan.
