Raja Charles III mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tarik di Kastil Windsor, Inggris. Di hadapan sekitar 160 tamu, Raja Charles menyebut pesan tentang sikap baik penduduk Oman sebagai cerminan karakter dan tradisi toleransi negara itu.
Hadits yang dikutip berbunyi, “Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencaci maki engkau dan tidak pula memukuli engkau.” Kutipan tersebut disampaikan dalam jamuan kenegaraan yang menjadi bagian dari kunjungan Sultan Haitham selama tiga hari ke Inggris.
Dalam pidatonya, Raja Charles menghubungkan pesan itu dengan peran Oman dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah. Ia juga menyoroti hubungan panjang London dan Muscat, termasuk hubungan diplomatik, historis, dan militer.
Hadits tentang Oman dan pesan toleransi
Raja Charles menilai hadits tersebut menggambarkan karakter mulia dan semangat toleransi yang telah lama ditunjukkan Oman sepanjang sejarah. Penyebutan hadits di hadapan para tamu kenegaraan itu menjadi bagian dari penghormatan kepada tuan rumah, sekaligus pengantar bagi pujian terhadap peran diplomatik Kesultanan Oman.
Isi kutipan menekankan sikap penduduk Oman yang tidak mencaci atau memukul orang yang datang. Raja Charles tidak hanya membacakan kalimat itu, tetapi juga mengaitkannya dengan upaya negara tersebut menjaga hubungan dan meredakan ketegangan di kawasan.
Kunjungan Sultan Haitham ini memiliki arti tersendiri dalam hubungan kedua negara. Ini merupakan kunjungan pertama seorang sultan Oman ke Inggris dalam lebih dari 40 tahun. Dalam jamuan itu, Raja Charles menegaskan kedalaman hubungan bilateral yang telah terjalin antara London dan Muscat.
Raja Charles puji peran Oman sebagai penengah
Sorotan utama pidato Raja Charles adalah “netralitas konstruktif” Oman dan posisinya sebagai penengah yang dipercaya dalam konflik regional. Ia secara khusus mengakui komitmen Oman untuk membantu meredakan ketegangan, ketika konflik kembali melanda kawasan Timur Tengah.
“Di saat konflik kembali melanda kawasan ini dengan begitu menyakitkan, saya ingin secara khusus mengakui komitmen teguh Oman sebagai pihak penengah yang dipercaya oleh semua pihak,” ujar Raja Charles, seperti dikutip AFP.
Ia kemudian menyebut arti peran Oman melampaui kawasan Selat Hormuz. “Peran Oman di seluruh kawasan Teluk dan ‘netralitas konstruktifnya’, seperti yang Anda sebutkan, memiliki arti yang jauh melampaui Selat Hormuz, dan sangat layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari kita,” katanya.
Raja Charles juga menyinggung upaya terbaru Oman untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Ia menyebut pentingnya menjaga navigasi tetap terbuka melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi perhatian dalam dinamika kawasan.
Kunjungan kenegaraan di tengah gejolak regional
Kunjungan tiga hari Sultan Haitham berlangsung ketika situasi Timur Tengah sedang bergejolak dan Oman memainkan peran mediasi. Dalam konteks itu, penghormatan Raja Charles terhadap posisi Muscat menempatkan diplomasi sebagai tema penting dalam pertemuan kenegaraan tersebut.
Oman dikenal dalam pidato itu melalui pendekatannya sebagai pihak yang dapat dipercaya oleh berbagai pihak. Raja Charles menilai netralitas konstruktif tersebut patut mendapat penghormatan, seraya menegaskan nilai upaya diplomatik untuk meredakan konflik.
Jamuan kenegaraan juga menjadi kesempatan untuk menegaskan ikatan lama kedua negara. Raja Charles menyinggung hubungan diplomatik, historis, dan militer Inggris-Oman, sementara pujian terhadap peran mediasi Muscat memberi perhatian pada kerja sama mereka di tengah tantangan regional.
Agenda bilateral Inggris dan Oman
Dalam rangkaian kunjungan, Sultan Haitham dijadwalkan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. Agenda tersebut akan berfokus pada keamanan regional, perdagangan, serta peluang investasi bersama para pemimpin senior perusahaan dari kedua negara.
Pembahasan itu memperluas agenda kunjungan dari hubungan historis menuju kerja sama praktis. Keamanan kawasan dan perdagangan menjadi dua bidang yang sama-sama penting dalam hubungan Inggris-Oman, sementara peluang investasi akan dibahas bersama perwakilan perusahaan senior.
Pidato Raja Charles, dengan kutipan hadits dan pujian terhadap diplomasi Oman, memberi nada khusus pada kunjungan tersebut. Perkembangan pembicaraan bilateral berikutnya akan menunjukkan bagaimana kedua negara menerjemahkan kedekatan yang mereka tegaskan di Windsor menjadi kerja sama dalam bidang keamanan, perdagangan, dan investasi.
